Minggu, 26 Oktober 2014 | 07:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KPEI: STP Percepat Penyelesaian Transaksi
Headline
IST
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Selasa, 21 Februari 2012 | 16:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Penerapan Straight Through Processing (STP) memungkinkan penyelesaian transaksi dapat selesai pada dua hari perdagangan (T+2) dari sebelumnya tiga hari perdagangan (T+3).

Hal itu disampaikan Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Bambang Widodo, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/2/2012). "Dengan implementasi straight through processing (STP) maka dapat meningkatkan kapasitas proses. Selain itu penyelesaian transaksi dapat selesai T+2, di mana sebelum dengan STP agak sulit," ujar Bambang.

STP merupakan integrasi sistem dan proses dengan cara mengotomasi semua proses dari mulai order, eksekusi transaksi, kliring, konfirmasi/afirmasi dan penyelesaian tanpa adanya intervensi manual dan atau input ulang data. Implementasi STP tersebut merupakan bagian rencana pengembangan 2010-2014 KPEI. Menurut Bambang, implementasi STP tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan kapasitas proses, meningkatkan transparansi, mencegah intervensi manual, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi pasar secara keseluruhan.

Selain itu, Bambang menuturkan, semenjak online trading marak digunakan oleh anggota bursa maka transaksi saham semakin meningkat. Dengan implementasi STP dapat menopang peningkatan transaksi tersebut sehingga proses settlement menjadi lebih efisien. Pihaknya pun telah melakukan uji coba mock-trading STP bersama dengan 30 sekuritas. Uji coba dilakukan sebanyak tujuh kali, dan hasil uji coba tersebut belum ditemui kendala. Tetapi Bambang belum dapat menjelaskan detil mengenai penerapan STP tersebut.

Untuk mendukung penerapan STP tersebut, KPEI mengeluarkan daftar hasil kliring (DHK) tambahan kepada para anggota bursa. Di dalam rekening DHK tambahan tersebut terdapat rincian data nasabah seperti single investor id (SID), rekening 001 nasabah, dan anggota kliring serta rekening 004 nasabah dan anggota kliring.

Dalam surat edaran KPEI No. SE-002/DIR/KPEI/0212, penerbitan DHK sebagaimana yang berlaku saat ini dan guna memudahkan anggota kliring dalam melakukan pencatatan dan pembuatan instruksi pemindahbukuan dana dan atau efek terkait penyelesaian transaksi bursa dari atau ke rekening dana nasabah atau sub rekening efek jaminan (004) nasabah (SID) anggota kliring, KPEI juga memuat DHK yang memuat perincian hak dan kewajiban efek dan atau dana (netting) setiap nasabah anggota kliring untuk tiga hari tanggal penyelesaian. [cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.