Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 29 Januari 2015 | 15:15 WIB
Hide Ads

KPEI: STP Percepat Penyelesaian Transaksi

Oleh : Agustina Melani | Selasa, 21 Februari 2012 | 16:53 WIB

Berita Terkait

KPEI: STP Percepat Penyelesaian Transaksi
IST

INILAH.COM, Jakarta - Penerapan Straight Through Processing (STP) memungkinkan penyelesaian transaksi dapat selesai pada dua hari perdagangan (T+2) dari sebelumnya tiga hari perdagangan (T+3).

Hal itu disampaikan Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Bambang Widodo, saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/2/2012). "Dengan implementasi straight through processing (STP) maka dapat meningkatkan kapasitas proses. Selain itu penyelesaian transaksi dapat selesai T+2, di mana sebelum dengan STP agak sulit," ujar Bambang.

STP merupakan integrasi sistem dan proses dengan cara mengotomasi semua proses dari mulai order, eksekusi transaksi, kliring, konfirmasi/afirmasi dan penyelesaian tanpa adanya intervensi manual dan atau input ulang data. Implementasi STP tersebut merupakan bagian rencana pengembangan 2010-2014 KPEI. Menurut Bambang, implementasi STP tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan kapasitas proses, meningkatkan transparansi, mencegah intervensi manual, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi pasar secara keseluruhan.

Selain itu, Bambang menuturkan, semenjak online trading marak digunakan oleh anggota bursa maka transaksi saham semakin meningkat. Dengan implementasi STP dapat menopang peningkatan transaksi tersebut sehingga proses settlement menjadi lebih efisien. Pihaknya pun telah melakukan uji coba mock-trading STP bersama dengan 30 sekuritas. Uji coba dilakukan sebanyak tujuh kali, dan hasil uji coba tersebut belum ditemui kendala. Tetapi Bambang belum dapat menjelaskan detil mengenai penerapan STP tersebut.

Untuk mendukung penerapan STP tersebut, KPEI mengeluarkan daftar hasil kliring (DHK) tambahan kepada para anggota bursa. Di dalam rekening DHK tambahan tersebut terdapat rincian data nasabah seperti single investor id (SID), rekening 001 nasabah, dan anggota kliring serta rekening 004 nasabah dan anggota kliring.

Dalam surat edaran KPEI No. SE-002/DIR/KPEI/0212, penerbitan DHK sebagaimana yang berlaku saat ini dan guna memudahkan anggota kliring dalam melakukan pencatatan dan pembuatan instruksi pemindahbukuan dana dan atau efek terkait penyelesaian transaksi bursa dari atau ke rekening dana nasabah atau sub rekening efek jaminan (004) nasabah (SID) anggota kliring, KPEI juga memuat DHK yang memuat perincian hak dan kewajiban efek dan atau dana (netting) setiap nasabah anggota kliring untuk tiga hari tanggal penyelesaian. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.