Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 07:34 WIB

Robin Setiawan

Investor Cari Alternatif di Luar Saham Bank

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 21 Februari 2012 | 03:00 WIB
Investor Cari Alternatif di Luar Saham Bank
Robin Setiawan - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Seiring kenaikan harga minyak, saham-saham di sektor komoditas dinilai lebih menarik dibandingkan perbankan yang mengalami banyak tekanan. Seperti apa?

Analis dari Valbury Asia Securities Robin Setiawan mengatakan, selain faktor harga minyak, positifnya sentimen untuk saham-saham di sektor komoditas baik pertambangan maupun perkebunan juga dipicu oleh faktor euforia 2012 yakni mining sector, migas, dan infrastruktur. Sementara itu, saham-saham perbankan berada dalam tekanan jual.

Pasalnya, lanjut Robin, berbagai informasi yang berkembang dari masalah utang Eropa jadi tekanan serius bagi saham-saham di sektor perbankan. Di sisi lain, penurunan BI rate ke level 5,75% juga memicu tekanan. Sebab, return deposito atau obligasi menjadi rendah. "Investor mencari alternatif investasi yang lain," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (20/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat tipis 3,71 poin (0,09%) ke level 3.980,253 dengan intraday tertinggi 3.995,084 dan terendah 3.961,352. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 1,63 poin (0,23%) ke angka 694,023.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya menguat tipis 3,7 poin. Bagaimana Anda melihat potensi arah berikutnya?

Ada potensi penembusan IHSG ke atas 4.000 pekan ini. Salah satunya, karena pelaku pasar memanfaatkan informasi atau riset laporan keuangan emiten untuk kuartal IV-2011 yang akan segera dirilis. Artinya, kinerja keuangan emiten bakal jadi pemicu pergerakan indeks selain faktor eksternal.

Bagaimana dengan harga minyak yang sudah tembus US$104 per barel?

Penguatan harga minyak dunia ke atas US$104 per barel, juga berpengaruh positif pada saham-saham di sektor pertambangan batu bara, migas dan Crude Palm Oil (CPO) sehingga turut mendongkrak IHSG. Dalam sepekan ke depan, IHSG akan coba bermain di atas 4.000 atau naik 24-25 poin dari level saat ini.

Cukup kuatkah level 4.000?

Jika memperhatikan pergerakan indeks dalam dua pekan terakhir, level 4.000 merupakan angka plus-minus. Artinya, indeks sempat bermain di atas 4.000 tapi sempat juga di bawahnya. Tapi, paling tidak, IHSG bertahan di atas 3.900.

Saya perkirakan, untuk Selasa (21/2) ini, indeks berpeluang tembus 4.000. Tapi, jika dilihat dari indikatornya, level ini tidak terlalu kuat. Karena itu, setelah hari ini menguat, indeks akan coba lagi dilihat kekuatannya pada level 3.950 hingga akhir pekan. Ini merupakan angka rata-rata kekuatan indeks dalam tiga pekan terakhir.

Kalau begitu, berapa level support dan resistance IHSG hingga akhir pekan ini?

Support IHSG berada di level 3.910 dan resistance 4.020 hingga akhir pekan ini. Sekarang tinggal sentiment apa yang jadi pemicunya selain sentimen dalam negeri yakni laporan keuangan. Tapi, hingga akhir pekan depan, indeks lebih berpeluang koreksi karena level 4.000 tidak terlalu kokoh.

Kalau soal minyak, seberapa optimistis?

Investor saat ini melihat apa yang terjadi di luar yakni kenaikan harga minyak dan gas. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh masalah geopolitik di Timur Tengah yang hingga saat ini masih berlangsung. Di sisi lain, ketegangan antara Iran dengan Uni Eropa, AS dan Israel yang berujung embargo minyak Iran juga memicu kenaikan harga minyak. Itulah yang membuat harga minyak dunia terkerek naik.

Hingga level berapa potensi kenaikan harga minyak?

Forcast kami, nanti harga minyak bisa bermain di atas US$115 per barel. Karena itu, harga komoditas pertambangan (batu bara dan migas) dan Crude Palm Oil (CPO) cenderung naik nantinya. Begitu juga dengan komoditas perkebunan lain seperti kopi dan jagung. Kecenderungannya naik, tapi bukan pasti naik. Kenaikan harga komoditas itulah, yang berpeluang mendorong kenaikan harga saham di sektor ini.

Kalau begitu, apa rekomendasi Anda untuk saham-saham di sektor komoditas?

Saya menyarankan pelaku pasar untuk mencermati saham-saham di sektor komoditas baik batu bara, migas maupun CPO. Saham-saham di sektor ini bisa dijadikan acuan untuk selective buying mengingat saham-saham pada sektor tersebut mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir.

Spesifik saham pilihannya?

Salah satu saham pilihan di sektor tambang adalah PT Delta Dunia Petroindo (DOID.JK), PT Astra Agro Lestari (AALI.JK) di sektor perkebunan, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS.JK) di sektor migas. Tapi, bukan berarti di luar tiga saham tadi tak mendapat rekomendasi positif. Ini yang mewakili saja di sektor komoditas.

Selain faktor harga minyak, apa lagi yang membuat saham sektor komoditas menarik?

Pergerakan saham di ketiga sektor itu dipicu oleh faktor euforia 2012 yakni mining sector, migas, dan infrastruktur. Sementara itu, saham-saham perbankan berada dalam tekanan jual. Sebab, berbagai informasi yang berkembang dari masalah utang Eropa baik dari sisi perlambatan ekonomi maupun bailout jadi tekanan serius bagi saham-saham di sektor perbankan. Di sisi lain, penurunan BI rate ke level 5,75% juga memicu tekanan. Sebab, return deposito atau obligasi menjadi rendah. Investor mencari alternative investasi yang lain.

Komentar

x