Jumat, 19 Desember 2014 | 22:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pertumbuhan Laba Emiten Diharapkan Dukung IHSG
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Minggu, 19 Februari 2012 | 18:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan laba perusahaan di indonesia diharapkan menjadi sentimen positif untuk bursa saham Indonesia. Meski valuasi saham Indonesia telah di atas rata-rata valuasi bursa saham negara lain.


"Tantangan bursa saham pada 2012 yaitu rata-rata price earning ratio kita yang telah di atas rata-rata, tapi dengan pertumbuhan laba perusahaan itu jauh lebih bagus dibandingkan negara Asia lainnya, dan ini jadi hal positif. Bila masuk ke pasar modal dalam waktu jangka pendek memang mahal tapi jangka panjang murah. Investor dapat mempertimbangkan hal itu untuk masuk ke pasar saham Indonesia sekarang ini," ujar Direktur Utama PT Schroder Invesment Management Michael Tjoajadi dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BEI, hingga Jumat (17/2), rata-rata PER di BEI mencapai 12,9x. Lebih lanjut ia mengatakan, masalah krisis utang Eropa akan menjadi topik sepanjang 2012 ini. Perekonomian global pun diprediksikan akan ditopang sebagian besar oleh negara berkembang dibandingkan negara maju. "Ekonomi dunia akan tetap di emerging market pada 2012," tutur Michael.


Michael pun masih optimis dengan bursa saham Indonesia di mana sektor consumer, properti dan semen diperkirakan akan mendorong penguatan IHSG. "Sektor properti telah mencatatkan kinerja baik pada 2011, di mana mencatatkan record untuk marketing sales, dan kemungkinan ini akan berlanjut pada 2012. Apalagi suku bunga acuan rendah orang akan beli memakai KPR dan KPA, dan ini kesempatan perusahaan properti untuk meningkatkan pendapatan," kata Michael.

Dengan pertumbuhan properti yang baik akan mendorong pertumbuhan sektor semen pada 2012. Selain itu, sektor otomotif diprediksikan masih akan baik pada 2012. Sementara itu, sektor telekomunikasi akan menemui tantangan di mana margin akan turun padahal belanja modal harus besar dan ditambah kompetisi teknologi. Sementara itu sektor tambang dinilai masih menarik meski harga batu bara turun tetapi produksi tetap tinggi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.