INILAH.COM, Singapura - Minyak mentah dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (17/2/2012) di Asia dengan kekhawatiran Eropa tetap memangkas impor minyak dari Iran.
Harga minyak AS jenis light sweet naik 15 sen menjadi US$102,46 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara minyak jenis Brent naik 21 sen menjadi US$120,32 per barel di London. Demikian mengutip yahoofinance.com.
"Minyak Brent merespon kombinasi sentimen Yunani yang mendekati kesepakatan bailout dan pengurangan impor minyak dari Iran oleh Eropa serta melemahnya dolar AS," kata Jonathan Barratt, kepala eksekutif Buletin Barratt.
Uni Eropa akan memangkas pembelian minyak dari Iran pada bulan Maret lebih dari sepertiga volume impor minyak Iran selama ini. Walaupun ini akan meningkatkan biaya bagi anggaran masing-masing anggota Uni Eropa.
Sementara euro naik terhadap dolar AS karena mengharapkan debt swap Yunani akan dapat terlaksana. Meskipun pada Senin kemarin, menkeu Uni Eropa sepakat untuk menunda persetujuan bailout kedua untuk Yunani.
Menkeu Yunani, Evangelos Venizelos pada Rabu malam kemarin mengatakan pihaknya telah memenuhi dua tuntutan penting dari Uni Eropa, Bank Central Eropa dan IMF atau Troika untuk mendapatkan pinjaman 130 miliar euro atau senilai US$169 miliar. Dia berharap dapat mengamankan kesepakatan pekan depan.
Dengan demikian dana segar senilai 130 miliar euro atau US$170 miliar menjadi tidak pasti. Sebab menteri keuangan Uni Eropa kecewa dengan para pemimpim politik di Yunani tentang penghematan anggaran.
Bursa Asia telah menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,65, indeks Nikkei naik 1,5%, indeks Shanghai naik 0,02% dan indeks ASX naik 0,3%.