INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Jumat (17/2/2012) diprediksi akan naik tipis dengan fokus pada perkembangan Yunani.
Indeks FTSE diharapkan akan naik 25 poin, indeks DAX akan naik 42 poin dan indeks CAC akan naik 25 poin. Sementara bursa Asia telah menguat seperti indeks Hang Seng naik 0,65, indeks Nikkei naik 1,5%, indeks Shanghai naik 0,02% dan indeks ASX naik 0,3%. Demikian mengutip yahoofinance.com.
Pemerintah Yunani pada Kamis malam mengharapkan persetujuan Uni Eropa dengan skema debt swap kepada kreditur swasta. Faktor ini menjagi kunci, Yunani dapat terhindar dari gagal bayar utang.
Namun data ekonomi AS pada Kamis kemarin diharapkan dapat mendorong penguatan bursa Eropa. Data klaim pengangguran pada pekan lalu turun 13.000. Data perumahan juga membaik di bulan Januari. Demikian juga dengan data harga produsen naik sebesar 0,4% sebagai kenaikan terbesar sejak Juli 2011.
Hari ini di Eropa akan ada beberapa pertemuan penting. Salah satunya pertemuan Perdana Menteri Inggris, David Cameron dengan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy di Paris. Kedua pemimpin ini, dalam beberapa kesempatan terjadi perbedaaan. Hal ini dipicu penolakan Inggris terhadap perjanjian zona Euro yang baru, yaitu soal integrasi fiskal serta pajak transaksi keuangan.
Pertemuan lain adalah Perdana Menteri Italia, Mario Monti dan Kanselir Jerman, Angela Merkel di Roma untuk membahas upaya Italia untuk menghindari nasib seperti Yunani.