Kamis, 17 Mei 2012 | 06:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cece Ridwanullah
Arah IHSG Tergantung Saham Astra dan Bank
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 13 Februari 2012 | 03:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta –Jika investor asing berhenti melakukan aksi jual pada saham perbanakan dan Astra, IHSG bakal rebounddalam sepekan ke depan. Begitu juga sebaliknya.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullahmengatakan, saham-saham perbankan mendapat sentimen negatif dari penurunan yield obligasi. Sementara itu, saham ASII mendapat tekanan akibat down grade harga saham oleh salah satu sekuritas asing.

Karena itu, lanjutnya, jika saham-saham CPO dan batu bara bisa naik berbarengan dengan reversal naik ASII dan saham-saham perbankan, indeks berpeluang menembus resistance 4.040 dalam sepekan ke depan.“Mudah-mudahan ini yang terjadi,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (10/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 66,6 poin (1,67%) ke level 3.912,393 dengan intraday tertinggi 3.978,994 dan terendah 3.895,612. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 15,12 poin (2,18%) ke level 679,349.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah mendekati 3.900. Bagaimana Anda melihat arahnya dalam sepekan ke depan?

Investor harus memperhatikan, apakah saham-saham perbankan dan PT Astra Internasional (ASII)masih tetap diguyur aksi jual asing atau tidak. Selama sektor perbankan dan Astra masih diguyur aksi jual, indeksakan terus tertekan dalam sepekan ke depan.

Level support dan resistance-nya?

Dalam sepekan ke depan,saya perkirakan, IHSG akan bergerak dalam kisaran lebar antara support 3.800 dan resistance 4.040. Untuk Senin (13/2), support di level 3.870 dan resistance 3.960. Saat Dow Jones dan bursa Asia bergerak positifpekan lalu, IHSG anomaly--bergerak negatif.

Apa yang terjadi dengan saham perbakan dan ASII?

ASII mendapat tekanan dari downgrade harga saham oleh salah satu securitas asing. Sementara itu, saham pebankan terimbas negatif oleh penurunan yield obligasi. Jika asing berhenti melakukan aksi jual pada perbanakan dan Astra, IHSG bakal rebound.

Saham-saham pilihan Anda?

Dengan penurunan BI Rate dari 6% ke 5,75%, saham-saham properti berpeluang bergerak positif dalam sepekan ke depan.Saham pilihan yang menarik di sektor properti adalah PT Summarecon Agung (SMRA), PT Modernland Realty (MDLN)dan PT Agung Podomoro Land (APLN).

Selain properti?

Selain itu, ada salah satu analisis dari sekuritas asing yang menyatakan bahwa saham-saham di sektor Crude Palm Oil (CPO) dan saham batu bara justru masih ketinggalan. Harganya masih murah di Indonesia.

Karena itu, saham-saham sektor CPOseperti PT Astra Agro Lestari (AALI),PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Sampoerna Agro (SGRO), PT Gozco Plantation (GZCO) dan PT BW Plantation (BWPT)mengalami penguatan saat saham-saham perbankan turun.

Penguatan tersebut, juga dipicu oleh kekeringan di Amerika Latinyang menyebabkan stok CPO pun menurun. Akibatnya, harga komoditas CPO juga naik.

Saham pilihan di sektor batu bara?

Lalu, saat terjadi gejolak geopolitik di selat Hormuz Iran, saham batu bara juga akan naik.Untuk sektor batu barasaya rekomendasikan saham-saham berkapitalisasi besar sepertiPT Bukit Asam (PTBA), PT Harum Energy (HRUM), PT Indo Tambang Raya (ITMG)dan PT Adaro Energy (ADRO).

Begitu juga dengan sahamsektor energi PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).Potensi kenaikan pada saham-saham tersebut lebih besar dibandingkan saham ASII dan perbankan.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tesebut. Jika saham-saham CPO dan batu bara bisa naik berbarengan dengan reversal naik ASII dan saham-saham perbankan, indeks berpeluang menembus resistance 4.040 dalam sepekan ke depan.Mudah-mudahan ini yang terjadi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.