Kamis, 17 Mei 2012 | 06:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Balik Kerontokan IHSG 6 Hari Terakhir
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Minggu, 12 Februari 2012 | 15:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dalam 6 hari terakhir, IHSG melemah 104,51 poin (2,6%) ke 3.912,39. Kerontokan saham-saham perbankan dan Astra ditengarai jadi pemicunya. Ada apa?

Pada perdagangan Jumat (10/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 66,6 poin (1,67%) ke level 3.912,393 dengan intraday tertinggi 3.978,994 dan terendah 3.895,612. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 15,12 poin (2,18%) ke level 679,349.

Dalam enam hari perdagagangan terakhir, IHSG melemah 104,51 (2,6%) ke level 3.912,39 pada Jumat (10/2) dari level 4.016 pada penutupan Kamis (2/2).

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, pelamahan IHSG pada Jumat (10/2)terutama dipicu oleh investor asing yang berposisi net sell hingga Rp527 miliar. Pada Kamis (9/2) asing juga net sell sebesar Rp415 miliar.

Pada Rabu, 8 Februarinet sell asing mencapai Rp250 miliar. Jadi memang, kata dia, pelemahan IHSG dipicu oleh asing yang beberapa hari terakhir ini berposisi net sell.“Kalau kita identifikasi, mereka melakukan aksi jual pada saham-saham perbankan dan saham PT Astra Internasional (ASII),” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan.

Menurutnya, sangat jelas asing sangat agersif jualan pada sahamPT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indoensia (BBNI), PT Bank Central Asia (BBCA)dan PT Bank Danamon (BDMN).

Cece menjelaskan, saham-saham sektor perbankan mendapat sentimen negatif karena banyak menyimpan dananya pada obligasi negara. “Terutama Bank Mandiri yang berinvestasi pada obligasi negara, dan tiba-tiba yield-nya turun seiring investment grade yang diraih Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Cece, ada potensi penurunan pendapatan bank-bank tersebut dari bunga obligasi. “Itulah yang jadi alasan asing melakukan aksi jual pada saham-saham perbankan,” tandasnya.Pemegang obligasi terbesar adalah Bank Mandiri Rp75,57 triliun, BNI Rp15,6 triliun, BCA Rp9,8 triliun, dan BRI Rp4 triliun.

Selain obligasi pemerintah, saham bank juga mendapat tekanan negatif dari kredit korporasiPT Berlian Laju Tanker (BLTA) yang bisa menimbulkan default (gagal bayar), meskiupun sudah dibantah(bahwa BLTA bisa membayar kuponnya saja). Bank Mandiri sebesar Rp500 miliar, BCA Rp500 miliar, dan BNI Rp290 miliar.

Jadi, Cece menegaskan, obligasi negara dan obligasi korporasi itu yang membuat saham-saham perbankan diguyur aksi jual oleh asing. “Secara fundamental, saya yakin laba bank akan tergerus oleh penurunan yield obligasi,” timpal Cece.

Pelemahan indeks,lanjutnya, juga dipicu oleh kerontokan saham PT Astra Internasional (ASII). Hal ini dipicu oleh salah satu Sekuritas Asing yang men-down grade harga saham ASII saat bertenger di level Rp78.000. “ASII dinilai terlalu mahal,” ungkap dia.

Padahal, kata dia, kalau dilihat dari fundamental ASII,menurut Cece sebenarnya positif. Biasanya kalau suku bunga turunseiring penurunan BI rate ke level 5,75%, Astra pun akan diuntungkan.Sebab, dengan penurunan suku bunga, bunga pinjaman kredit juga akan turun.

Apalagi, kata dia, pembelian motordan mobil, kebanyakan mengunakan fasilitas kredit. Karena itu, penjualan Astra pun seharusnya meningkat. “Tapi, pada kenyataannya, saham ASII malah diguyur aksi jual karena downgrade harga saat ASII di level Rp78.000,” tandas Cece.

Begitu juga jika dilihat dari aksi korporasi. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), ASII jugamerencanakan stock split. “Biasanya harga akan naik terlebih dahulu sebelum stock split. Tapi, saham ASII justru turun,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjutnya, penjualan Astra juga sebenarnya naik, meskipun untuk segmensepeda motor turun pada kuartal IV-2011. “Tapi, ini sepertinya tidak berpengaruh pada pergerakan saham ASII,” beber Cece.

Namun demikian, Cece percaya harga saham ASII akan pulih. Dia menilai harga ASII di bawah Rp70.000, sangat menarik untuk beliyakni saat saham berada di level Rp68.000. Tapi, dia mewanti-wanti, selama asing masih jualan, tahan saja dulu.“Jadi, pandangan sekuritas asing yang menyebutkan ASII terlalu mahal menjadi faktor utama pelemahan saham ASII. Jadi, dalam 4 hari, asing jualan pada saham-sahan bank dan Astra,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.