INILAH.COM, Jakarta - PT Arpeni Pratama Ocean Line memperoleh dana sebesar Rp680,6 miliar dari hasil penerbitan 5.671.875.000 saham seri B seharga Rp120 per saham.
Dengan penerbitan saham seri B tersebut perseroan mencatatkan posisi kas membaik. Selain itu, ekuitas perseroan meningkat di mana peningkatan atas modal disetor sebesar Rp567,2 miliar dan peningkatan atas agio saham sebesar Rp113,4 miliar. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan ini.
Selain itu, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) mengaku pembelian kembali utang melalui reverse dutch auction (RDA) senilai US$67,9juta menyebabkan beban bunga dan pembayarang angsuran utang menjadi lebih rendah. Dengan penggunaan asumsi tingkat suku bunga rata-rata sebesar 3% beban bunga akan menurun sebesar US$2 juta per tahun. Pembayaran angsuran pokok yang lebih rendah menyebabkan posisi kas dan cash flow perusahaan menjadi lebih baik. Perseroan telah menetapkan untuk melakukan pembelian kembali utang pokok senilai US$67,9 juta melalui RDA pada 20 Januari 2012 dengan memperhatikan harga penawaran maksimum 25% dari utang pokok yang ditawarkan untuk di buyback.
Sejumlah utang pokok US$67,9 juta terdiri dari kreditur antara lain pemegang 8,75% USD Guaranteed Secured Notes, pemberi pinjaman modal kerja, derivative counterparties tanpa jaminan, dan pemegang obligasi APOL II tahun 2008 dalam mata uang Rupiah. Pembayaran pembelian kembali telah selesai dilaksanakan pada 30 Januari 2012.
Pembayaran buyback tersebut telah dilaksanakan dengan dana yang diperoleh dari penerbitan 5.671.875.000 saham seri B baru pada 27 Januari 2012 bernilai nominal Rp100 per saham dengan harga penerbitan Rp120 per saham kepada PT Mandira Sanni Pratama. Saham tersebut dikenakan lock-up selama satu tahun terhitung sejak tanggal penerbitannya. Selain itu, pemegang 8,75% USD Guaranteed Secured Notes yang tidak berhasil atau tidak mengikuti program pembelian buyback dan yang telah mengikuti program restrukrisasi perseroan telah menerbitkan sejumlah 868.651.500 waran seri I pada 30 Januari 2012. Waran tersebut dapat dilaksanakan enam bulan setelah diterbitkan hingga satu tahun setelah tanggal angsuran pokok terakhir.