INILAH.COM, Jakarta - Aktivitas unusual market activity (UMA) cukup marak terjadi pada saham lapis kedua dan ketiga di awal tahun 2012.
Ada 12 saham yang termasuk saham lapis kedua dan ketiga masuk dalam transaksi UMA sepanjang 2012. Menurut Analis PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman, banyak fund manager yang mengejar target return dengan memakai saham-saham lapis ketiga. Fund manager memperkirakan outlook ekonomi kurang tidak begitu baik sehingga tidak memungkinan mendapatkan return bagus dari saham-saham blue chip.
Lebih lanjut Billy menuturkan, investor harus melihat fundamental perusahaan bila memilih saham lapis kedua dan ketiga. "Yang penting fundamentalnya bagus misalnya price earning (PE) di bawah 15 dan book value di bawah 3x, dan bagus kalau ROE nya di atas 15%," ujar Billy saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.
Seperti diketahui unusual market activity (UMA) adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di bursa yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi menganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.
Hingga 10 Februari 2012, ada sekitar 12 saham yang masuk dalam pengumuman UMA. Bila dibandingkan awal tahun 2011, jumlah saham masuk UMA ada sekitar 14 saham.