INILAH.COM, New York - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Jumat (10/2). Hal itu didorong penurunan terbesar indeks S&P 500 sepanjang 2012 ini setelah penantian lama kesepakatan penyelesaian utang Yunani.
Indeks Dow Jones turun 89,23 poin atau 0,69% ke level 12.801,23. Indeks S&P 500 turun 9,31 poin atau 0,69% ke level 1.342,64. Indeks Nasdaq turun 23,35 poin atau 0,80% ke level 2.903,88. Selain itu, indeks CBOE naik 11,6%. Kenaikan itu termasuk tertinggi dalam tiga bulan.
Investor cemas menunggu paket bailout untuk Yunani. Bailout tersebut untuk menghindari gagal bayar yang berantakan. Tetapi akhir minggu ini, kesepakan tersebut hampir bermasalah ketika pemimpin Eropa menyerukan melakukan langkah penghematan tambahan dan beberapa anggota parlemen Yunani menyatakan tidak akan mendukung kesepakatan.
"investor mencoba untuk menentukan apakah kesepakatan utang Yunani terus menganggu dan bersikap hati-hati dalam berinvestasi di keuangan. Selain itu masih ada banyak kekhawatiran di luar sana ditambah dengan kemunduran kesepakatan," ujar Chief Equity Officer Eaton Vance Duncan Richardson, seperti dikutip dari Reuters.
Beberapa analis menyatakan, penurunan indeks saham pada akhir pekan ini sebagai jeda setelah mengalami tren kenaikan. Richardson menuturkan, kenaikan indek saham sejak 20 Oktober lalu sebagai alasan untuk berhati-hati terutama karena volatilitas telah turun banyak dan banyak alasan pasar akan mengambil jeda.
Saham Bank of America turun 1,3% menjadi US$8,07 sementara saham Caterpillar turun 1% menjadi US$111,75. Saham Alcoa turun 3,3% menjadi US$10,29. Saham Expedia turun 1,8% menjadi US$33,54. Adapun saham yang mengalami kenaikan yaitu saham Linkedln Corp naik 18% menjadi US$89,96 setelah tiga broker menaikkan target harga saham Linkedln. Sepanjang minggu ini, indeks S&P turun 0,2%. Indeks Dow turun 0,4% dan indeks Nasdaq turun 0,1%.
Volume perdagangan sekitar 6,67 miliar saham di New York Stock Exchange, American Stock Exchange, dan Nasdaq di bawah rata-rata harian mencapai 7,84 miliar saham.