Kamis, 17 Mei 2012 | 05:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham BMRI Jadi 'Top Foreign Sell' Jumat (10/2)
Headline
Foto : Ist
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Jumat, 10 Februari 2012 | 19:39 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi top foreign sell pada perdagangan Jumat (10/2) mencapai 60,3 juta saham dari volume perdagangan 133,7 juta saham senilai Rp822,07 miliar.

Demikian mengutip data BEI, hari ini. Urutan kedua saham BBRI dengan foreign sell mencapai 51,3 juta saham dari volume perdagangan 82,9 juta saham. Urutan ketiga saham BBCA mencapai 25,4 juta saham dari volume perdagangan 35,1 juta saham. Urutan keempat saham BULL mencapai 12,1 juta saham dari volume perdagangan 41,3 juta saham.

Urutan kelima saham KIJA dengan foreign sell mencapai 9,1 juta saham dari volume perdagangan 52,4 juta saham. Urutan keenam saham ENRG mencapai 8,6 juta saham dari volume perdagangan 212,07 juta saham. Urutan ketujuh saham UNSP mencapai 7,4 juta saham dari volume perdagangan 203,9 juta saham.

Urutan kedelapan saham DOID dengan foreign sell mencapai 6,8 juta saham dari volume perdagangan 48,2 juta saham. Urutan Kesembilan saham BWPT mencapai 5,5 juta saham dari volume perdagangan 20,1 juta saham. Urutan kesepuluh saham BORN mencapai 3,6 juta saham dari volume perdagangan 32,6 juta saham.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.