INILAH.COM, Jakarta – IHSG tak kuasa menahan tekanan jual dan berakhir di level 3.912. Setelah support 3.950 tembus, indeks memberikan sinyal bearish. Regional pun negatif.
Pada perdagangan Jumat (10/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) melemah ke level 3.912,39 atau 66,59 poin (1,67%) dan indeks saham unggulan LQ45
turun 2,17% ke 679,35. Sektor keuangan tercatat memimpin pelemahan dengan turun 3,07%, diikuti sektor konsumer turun 2,38% dan sektor aneka industri turun 2,13%.
Sebanyak 66 saham naik, 74 saham stagnan, dan 210 saham turun. Nilai transaksi pada hari terakhir pekan ini tercatat sebesar Rp5,09 triliun, dengan volume perdagangan 3,006 miliar lembar saham. Investor asing masih tercatat menjual saham dengan net foreign sell Rp527,76 miliar.
Saham-saham yang menguat (top gainers) antara lain, saham Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp150 ke Rp4.150, saham Tembaga Mulia Semanan (TBMS) naik Rp300 ke Rp6.400, saham Petrosea (PTRO) naik Rp100 ke Rp29.100, saham Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp150 ke Rp22.850, saham Indosat (ISAT) naik Rp50 ke Rp5.550.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers) diantaranya, saham Bank Central Asia (BBCA) turun Rp350 ke Rp7.550, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp300 ke Rp6.650, saham Bank Danamon (BDMN) turun Rp200 ke Rp4.450, saham Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp150 ke Rp3.450, saham Astra International (ASII) turun Rp1.750 ke Rp71.200, saham Bank Mandiri (BMRI) turun Rp150 ke Rp6.150.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, setelah beberapa hari dilanda tekanan jual PT Astra Internasional (ASII), IHSG masih kuat bertahan. “Sekarangsaham banking ikut menekan, IHSG-nya nggak kuat juga,” katanya kepada di Jakarta, Jumat (10/2).
Karena itu, lanjutnya, support 3.950 tidak bisa dipertahankan. IHSG bergerak turun menuju suport selanjutnya di kisaran 3.875-3.900.“Pertanyaannya adalah: emang cuman sampai situ? Bagaimana kalau regional ikutan menekan?” kata dia mempertanyakan.
Satrio juga mengandai-andai, bagaimana jika ternyata kisaran suport 3.875-3.900 gagal untuk bertahan. “Apa nggak double top arah 3.750-3.800 itu IHSG?Masalahnya adalah: Indeks Hang Seng sore hari ini ditutup dengan signal negatif, dibawah suport pertama,” timpalnya.
Satrio mengaku tidak terlalu pusing karena sudah full cash. “Tapi, bagi Anda yang masih banyak posisi tolong hati-hati.Sebab, The Bear ada di mana-mana,” imbuhnya.