INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,68% ke level 3.912,15 pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/2/2012).
Penurunan itu dipengaruhi baik faktor internal maupun eksternal. Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang menuturkan, bursa Indonesia pada sesi pertama mengalami tekanan jual yang cukup besar. Edwin melihat, beberapa broker asing menempatkan bursa saham Indonesia dalam kategori mahal dibandingkan beberapa negara tetangga.
Hal itu mendorong penurunan target price dari beberapa saham seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan saham perbankan."Dampak negatif diturunkannya BI Rate menurunkan yield obligasi negara yang mereka pegang yang kemudian pada gilirannya berpotensi menurunkan kinerja saham perbankan yang mempunyai banyak portofolio SUN dan yang fokus terhadap pemberian kredit kepada korporasi karena margin diperkirakan akan terkikis," ujar Edwin.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi bursa saham yaitu data terbaru menunjukkan perdagangan China pada Januari 2012 turun dibandingkan periode 2011. Edwin menuturkan, penurunan perdagangan karena penutupan kegiatan pabrik menyambut Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu dan diperburuk dengan penurunan permintaan akan barang ekspor China di mana data Kepabeanan Jumat menunjukkan impor turun 15,3% dibandingkan pada Januari 2011.
Tingkat tersebut merupakan level impor terendah sejak Agustus 2009. Sementara ekspor China naik 0,5% dibandingkan periode sama 2011. Data tersebut merupakan performance terburuk sejak November 2009. Sehingga akibatnya surplus perdagangan China pada Januari 2012 mencapai US$27,3 miliar atau naik terbesar sejak enam bulan terakhir. [tjs]