INILAH.COM, Jakarta - Peningkatan jumlah investor di pasar modal Tanah Air bisa ditempuh melalui edukasi khusus industri saham dan derivatif.
Demikian disampaikan Direktur PT Alpari Indonesia Training Centre, Lily Elizabeth di Jakarta, Jum'at (10/2).
Lily mengatakan, meski sudah banyak sosialisasi terkait saham dan derivatif yang dilakukan oleh pihaknya, namun untuk meningkatkan investor dibutuhkan adanya kurikulum khusus dalam pendidikan formal terkait pasar modal.
"Kendala di Indonesia kurang edukasi, sehingga peluang industri ini kurang terbuka. Khususnya peluang industri saham dan derivatif," ujar Lily.
Melihat prospek industri saham dan derivatif di Indonesia, pihaknya optimis jika masyarakat teredukasi secara benar maka kekhawatiran tentang industri pasar modal bisa dihilangkan.
"Citra industri saham dan derivatif di Indonesia saat ini relatif kurang mendapat image positif dari masyarakat. Hal itu karean kurangnya edukasi tersebut," tegas dia.
Menurutnya, edukasi khusus secara formal terkait saham dan derivatif ini juga semata-mata tidak hanya akan berguna untuk penambahan investor, namun juga akan berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM) di industri ini pada umumnya.
Seperti diketahui, saat ini jumlah investor di pasar modal Indonesia masih terbilang minim. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor lokal di pasar modal Indonesia hanya sekitar 400 ribuan. [mre]