INILAH.COM, Jakarta - Penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) tidak akan berdampak signifikan terhadap bursa saham.
"Tahun ini pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang akan subtrend growth. Masalah Eropa masih kuat dan resiko inflasi domestik juga tinggi, artinya penurunan BI Rate tidak akan berpengaruh ke pasar secara signifikan karena resiko pasar yang ada saat ini cukup besar," ujar Kepala Riset PT Henan Putihrai Felix Sindhunata, saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Sementara itu, pengamat ekonomi Aviliani menuturkan, penurunan BI Rate belum tentu akan berpengaruh terhadap penurunan bunga kredit bank. Pasalnya, kondisi pasar saat ini sedang menuntut perbankan agar tetap memberikan suku bunga yang menarik kepada investor yang menyimpan dananya di bank.
"Saat ini bank harus merebut dana dari investor agar mau menyimpan uang di bank. Mereka harus berebut dengan industri pasar modal yang notabene saat ini sedang tumbuh cukup pesat. Kalau bunga bank tidak menarik, dana akan lari ke sana semua. Makanya bunga memang harus tetap dijaga agar dana yang dimiliki perbankan tetap terjaga," ungkap Aviliani
Seperti diketahui, Kamis (9/2/2012) kemarin BI menurunkan BI Rate dari posisi 6% menjadi 5,75%. [mre]