Kamis, 17 Mei 2012 | 05:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG Koreksi, Pegang Properti dan Baja
Headline
inilah.com
Oleh: Vina Ramitha
pasarmodal - Jumat, 10 Februari 2012 | 05:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Jumat (10/2) diperkirakan kembali menjalani tren bearish dan melanjutkan koreksi. Trading dengan beberapa saham pilihan berikut ini.

Pengamat pasar modal Ahmad Riyadi dari Milenium Sekuritas memprediksikan, masih terjadi tekanan jual saham perbankan terkait isu kontraksi NIM dan NPL bank-bank besar yang akan naik. Selain downgrade saham Astra International (ASII) oleh Credit Suisse.

“Hal ini memicu aksi ambil untuk investor, yang menyebabkan IHSG kembali menjalani tren bearish,” ujarnya, kepada INILAH.COM.

Koreksi diperkirakan akan berlanjut di perdagangan akhir pekan ini. Sebab Yunani gagal mendapat persetujuan pemangkasan defisit fiskal yang merupakan syarat untuk mendapat bantuan bailout dari kreditor, yakni Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Sementara China yang kemungkinan akan menjadi standby buyer obligasi Yunani, masih spekulatif. Resiko Yunani mengalami default meningkat lagi dan demikian pula skenario Eropa kembali masuk resesi.

Dampak penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi 5,75 % diperkirakan takkan banyak. Pasalnya, investor kembali menghitung resiko eksternal yang lebih besar dan akan melanjutkan aksi jual atau aksi ambil untung di akhir pekan.

Saham properti diprediksikan Ahmad akan menjadi penggerak indeks, di tengah tekanan yang berlanjut di saham-saham perbankan. Terutama karena isu kontraksi NIM dan kenaikan NPL. Sentimen sektor properti memanfaatkan turunnya suku bunga acuan BI.

Beberapa saham properti yang ia rekomendasikan adalah Ciputra Development (CTRA), Bukit Sentul City (BKSL) dan Alam Sutera Realty (ASRI). Selain saham Bank Negara Indonesia (BBNI).

Sektor lain yang mulai dilirik, lanjutnya, adalah baja. Sebab spending infrastruktur pemerintah akan membutuhkan konstruksi baja dalam jumlah besar. Untuk sektor ini, ia merekomendasikan Jaya Pari Steel (JPRS) dan Gunawan Dianjaya Steel (GDST).

“Trading dengan saham-saham tersebut di atas,” ujarnya merekomendasikan. [nat/ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.