INILAH.COM, Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan untuk memasarkan sedikitnya 40 hektare lahan industri dari kawasan industri Ngoro Industrial Park (NIP), pada tahun 2012.
Demikian seperti dikutip dari siaran pers perseroan di Jakarta, Kamis (9/2/2012). Tingkat kebutuhan lahan tersebut jauh lebih besar dibandingkan sebelum tahun 2010, yang rata-rata hanya 5-10 hektare per tahun.
Lonjakan kebutuhan lahan industri ini seiring banyaknya perusahaan yang melakukan ekspansi untuk mengantisipasi tingginya pertumbuhan pasar khususnya di kawasan timur Indonesia.
"Membaiknya tren investasi menyebabkan kebutuhan investor terutama asing, terhadap lahan kawasan industri meningkat signifikan dalam setahun terakhir. Sejak awal 2011, kami mendapatkan banyak permintaan lahan di skala besar untuk pendirian pabrik baru di Ngoro," tutur General Manager Ngoro Industrial Park Wihardi Hosen, dalam siaran pers tersebut.
Ia menyatakan, banyak perusahaan multinasional dari sejumlah sektor industri menanamkan investasi ke kawasan industri yang berlokasi di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur.
Menurut Wihardi, sejak 2010 jumlah permintaan lahan industri dari perusahaan-perusahaan skala besar meningkat signifikan. Beberapa grup perusahaan global yang berasal dari Jepang, Taiwan, Korea, Perancis, dan Peru berekspansi meningkatkan kapasitas produksinya denga membangun pabrik baru di kawasan NIP.
"Luas lahan yang dibutuhkan setiap perusahaan cukup besar, rata-rata mulai lima sampai dua puluh hektare. Mereka ingin membangun pabrik baru untuk mendongkrak kapasitas produksi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar di kawasan Indonesia Timur," kata Wihardi.
Seperti diketahui, Intiland tengah mengembangkan kawasan industri terpadu Ngoro Industrial Park tahap II yang direncanakan memiliki total lahan seluas 350 hektare, yang merupakan pengembangan dari NIP I. Perseroan tahun ini menargetkan dapat menyelesaikan perluasan 150 hektare di NIP II yang saat ini memasuki tahap pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pengolahan air dan limbah, saluran air, dan lingkungan.
Perseroan akan memenuhi kebutuhan sumber energi untuk pabrik, menambah kapasitas pasokan gas alam di kawasan NIP. Selain berasal dari Perusahaan Gas Negara, kebutuhan gas di kawasan NIP akan dipasok dari perusahaan distribusi gas swasta yang bekerjasama dengan perseroan.
"Kami menargetkan tambahan suplai gas akan dilakukan mulai pertengahan 2013. Tahun ini mulai tahapan pekerjaan pembangunan infrastruktur pipanisasi sepanjang 20 kilometer," tutur Wihardi.
Selain itu, perseroan akan meningkatkan waste water treatment plant menjadi dua kali lipat. Peningkatan kapasitas ini dalam rangka mengantisipasi bertambahnya jumlah pabrik di kawasan NIP. [mre]