INILAH.COM, Jakarta – Indeks diperkirakan terus didera aksi ambil untung investor hingga penutupan. Namun, ada beberapa saham yang dapat menahan laju koreksi.
Pada perdagangan Kamis (9/2) sesi pertama, IHSG ditutup melemah 33,493 poin (0,84%) ke level 3.955,206. Demikian juga indeks saham unggulan LQ 45 yang turun 6,900 poin (0,99%) ke level 690,045.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dengan volume transaksi sebesar 1,701 miliar lembar saham, senilai Rp 2,455 triliun dan frekuensi 66,234 kali. Sebanyak 62 saham naik, sisanya 137 saham turun, dan 78 saham stagnan.
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor perkebunan dan konsumer. Adapun sektor aneka industri memimpin koreksi dengan turun 2,6%. Disusul sektor tambang dan perdagangan yang turun 1%. Kemudian sektor manufaktur yang merosot 0,9% dan properti 0,8%.
Aksi jual asing mewarnai pasar siang ini, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp281 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,417 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,136 triliun.
Viviet S. Putri, Equity analyst securities memprediksikan, IHSG hingga sore nanti berada di zona negatif. Hal ini karena aksi pelaku pasar yang merealisasikan keuntungannya,”Indeks akan bergerak pada kisaran 3.963-4.007,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, investor global terlihat yakin akan penyelesaian masalah Yunani, meskipun ada penundaan penetapan rincian dari paket bailout baru. Kekhawatiran di bursa keuangan global mereda sehingga transaksi perdagangan di bursa regional Asia tampaknya bergerak flat.
Dari dalam negeri, pelaku pasar hari ini akan mencermati hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia. Namun suku bunga acuan perkirakan masih akan tetap dipertahankan di level 6%.
Saat ini dengan cadangan devisa yang cukup tinggi dan inflasi yang terkendali, tampaknya pemerintah, dalam hal ini BI tidak ada rencana untuk menaikan sukubunga acuan.
Pemerintah kali ini mendukung penerbitan surat hutang korporasi dan tetap menggenjot program MP3EI.
Viviet menambahkan, meskipun indeks berpotensi terkena aksi ambil untung, namun penguatan saham dari tiga sektor, yakni perbankan, batubara dan semen diharapkan dapat menahan laju perlemahan bursa.
Beberapa saham pilihannya adalah Astra Agro Lestari (AALI), Indocement (INTP) dan saham batubara seperti Harum Energy (HRUM),”Rekomendasi beli untuk emiten ini,”tutupnya. [ast]