Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 28 Februari 2015 | 08:55 WIB
Hide Ads

Rupiah Tertekan Isu Yunani Cabut dari Uni Eropa

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 8 Februari 2012 | 17:16 WIB
Rupiah Tertekan Isu Yunani Cabut dari Uni Eropa
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah pada kontrak harga emas di London, Rabu (8/1) ditutup melemah 17 poin (0,18%) ke level 8.965/8.990 per dolar AS dari posisi kemarin 8.948/8.958.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, rupiah sempat tergoncang setelah kemarin ada isu Yunani bisa keluar dari zona euro. Ini merupakan konsekuesi jika Athena tidak bisa mengamankan bailout karena tidak menyepakati syarat-syaratnya.

Di sisi lain, bailout tahap kedua sebesar 140 miliar euro diperkirakan masih belum cukup Yunani bisa bertahan. Pada akhirnya, Yunani mau tidak mau harus keluar dari zona euro. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 8.988 dan 8.945 sebagai level terlemahnya dari posisi pembukaan 8.965 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (8/2).

Pada saat yang sama, rupiah juga berhadapan dengan posisi dolar AS yang masih kokoh setelah pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke semalam di hadapan Komite Anggaran Kongres AS. "Secara keseluruhan, Bernanke mengindikasikan tensi stimulus masih cukup kecil sehingga memperkuat dolar AS," imbuhnya.

Hal itu, Christian menegaskan, jadi pertimbangan The Fed setelah data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS menunjukkan angka yang positif. "Bank Sentral lebih optimistis terhadap pemulihan AS," ucapnya.

Meskipun, kata dia, suku bunga rendah mendekati nol (0-0,25%) akan tetep dipertahankan hingga akhir 2014. Tapi, kebijakan itu baru sebatas proyeksi sehingga bisa saja dicabut lebih awal jika situasi ekonomi membaik. "Suku bunga bisa dinaikkan lebih cepat jika kondisi tenaga kerja membaik," tuturnya.

Tapi, secara keseluruhan Christian menegaskan, pergerakan rupiah masih flat karena belum keluar dari kisarannya. Hal ini dipicu oleh sentimen jangka pendek dari harapan pasar atas restrukturisasi utang Yunani dalam waktu dekat. Karena itu, pemerintah Yunani bisa mengamankan paket bailout tahap kedua senilai 140 miliar euro. "Hal itu mempengaruhi risk appetite," timpalnya.

Pasar melihat, krisis utang Yunani mereda setelah kucuran bailout Yunani akan direalisasikan dengan berbagai persyaratan yang kemungkinan dapat mencapai deal antara pemimpin Partai di Yunani. "Untuk selanjutnya, pasar masih menunggu kesepakatan debt swap antara Athena dengan kreditor Swasta dan melihat beberapa laporan korporasi di AS," ucap dia.

Alhasil, dolar AS stagnan terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS stabil di level 78,52 dari posisi pembukaan 78,51. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3271 dari sebelumnya US$1,3261 per euro," imbuhnya.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.