INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) tengah mengkaji penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar Rp500 miliar-1 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Mutiara Maryono di Jakarta,
Rabu (8/2). "Kita sedang mengkaji untuk menerbitkan subdebt dari
private placement tahun ini," jelasnya.
Maryono mengatakan, dengan menerbitkan subdebt tersebut maka rasio
kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan akan naik
menjadi 14%.
Per Desember 2011, CAR Bank Mutiara tercatat sebesar 12%, penyaluran kredit mencapai Rp9,4 triliun atau meningkat 49,2% dibanding 2010. Atau dalam tempo 3 tahun setelah diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meningkat 97%.
Dana pihak ketiga (DPK) per Desember 2011 tercatat Rp11,2 triliun
meningkat 26% dibanding 2010. Bila dibandingkan 3 tahun terakhir, DPK
meningkat 119%. Sementara aset meningkat 22% dari 2010 menjadi Rp13,1 triliun, yang dalam 3 tahun terakhir naik 135%.
Sedangkan laba/rugi per Desember 2011 naik 33,4% dari 2010 menjadi
Rp291 miliar. "Pertumbuhan ini kalau dibandingkan industri perbankan
kita jauh di atas pertumbuhan industri," tuturnya.
Sementara jumlah kredit belum tersalurkan (Non Performing Loan/NPL) per Desember 2011 sebesar 3,9% atau turun dari posisi 2010 sebesar 10,4%. Pada Januari 2012 ini NPL turun lagi menjadi 3,6%. [mre]