INILAH.COM, Jakarta – Meski bertenger di bawah 4.000, posisi IHSG dinilai masih aman karena berada pada teritori bullish. Bahkan, indeks menyalip bursa Australia sudah di depan mata.
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, meski IHSG melemah ke bawah 4.000, posisi indeks masih sangat aman. Sebab, posisinya masih berada dalam teritori bullish. Bahkan kata dia, sebentar lagi indeks saham domestik bakal menyalip bursa Australia.
Saat ini, bursa saham Australia seperti S&P/ASX 200 Index bertenger di level 4.289,40 dan All Ordinaries Index 4.362,60. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) menguat tipis 9,42 poin (0,24%) ke level 3.964,873. “Terlepas dari itu semua, kita berbangga hati dengan inflasi Januari 0,76% sesuai dengan ekspektasi dari sebelumnya 0,57%,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Mengapa berbangga? Sebab, menurut willy, dalam lima tahun terakhir, inflasi Januari selalu di atas 1%. “Karena itu, target resistance IHSG dalam sepekan ke depan di level 4.125-4.150 dan support indeks berada di 3.955,” ujarnya.
Willy berharap resistance 4.150 bisa dicapai pada Jumat (10/2) jika tren IHSG menguat hingga akhir pekan ini.
Penguatan indeks, salah satunya didukung oleh posisi penguatan rupiah yang kembali di bawah 9.000 per dolar AS. Dia juga memperkirakan, inflasi Februari diprediksi akan rendah pada kisaran 0,5%. “Sekarang, tinggal memantau kenaikan harga beras saja,” timpal dia.
Penguatan indeks, lanjutnya, juga mendapat dukungan dari momentum jelang rilis laporan keuangan emiten untuk kuartal IV-2011. Karena itu, saham-saham BUMN belakangan ini bergerak aktif. Sebab, pada pertengahan Februari, kinerja keuangan emiten akan dirilis. “Indeks juga mendapat dukungan dari beberapa aksi korporasi emiten,” ucapnya.
Hanya saja, Willy menyebutkan, IHSG saat ini terganggu oleh masalah teknis. Menurutnya, setelah peraturan pemisahan rekening nasabah dengan perusahaan efek diberlakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) per 1 Februari 2012, banyak account nasabah yang disuspensi.
Menurut dia, dengan banyaknya suspensi itu saja, IHSG bisa memecahkan 4.000-nya. Hal ini, menurutnya, merupakan prestasi yang luar biasa. Padahal, beberapa broker yang punya online trading dengan nasabah sebanya 10-20 ribu, rata-rata diprediksi di bawah 50% account yang bisa transaksi.
Selebihnya, rekening nasabahnya disuspensi karena tidak mengajukan sub rekening. Willy menyebutkan di kantor tempatnya bekerja baru 60% yang sudah punya sub rekening.