INILAH.COM, Jakarta –Tekanan yang melanda bursa saham domestik sudah berkurang. Apakah situasi ini akan berkelanjutan hingga penutupan?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (8/2) sesi pertama ditutup menguat tipis 9,421 poin (0,24%) ke level 3.964,873. Demikian pula indeks saham unggulan LQ 45 yang naik 1,537 poin (0,22%) ke level 691,769.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dengan volume transaksi mencapai 1,795 miliar lembar saham, senilai Rp 2,645 triliun dan frekuensi 70.299 kali. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 64 saham turun, dan 89 saham stagnan.
Namun, penguatan terbatas aksi jual asing, yang mencatatkan transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp71 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,184 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,113 triliun.
Panin Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Hal ini karena tekanan pada indeks sudah berkurang,”IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.934-3.977,”ungkapnya.
Apresiasi IHSG tertolong sentimen positif regional, yang siang ini menunjukkan pergerakan naik. Hal ini seiring kabar baik dari Yunani yang mendekati penyelesaian utangnya,
Indeks Nikkei 225 di Tokyo naik 68,79 poin (0,77%) ke level 8.986,31, indeks Komposit Shanghai naik 8,69 poin (0,38%) ke level 2.300,59, indeks Hang Seng naik 122,87 poin (0,59%) ke level 20.822,06 dan indeks Straits Times menguat 11,63 poin (0,39%) ke level 2.969,41.
Secara teknikal, beberapa saham masih direkomendasikan. Seperti Lonsum (LSIP), yang sudah menembus resistance dan menyentuh target 2625. Setelah dua hari mengalami akumulasi, saham ini berpeluang naik menuju level 2800-an per lembarnya. Sementara peluang support di 2.500.
Saham Astra Graphia (ASGR) juga menjadi pilihan dengan peluang menguji level 1.100. Siang ini, emiten sudah berada di angka Rp1.080 per lembarnya.
Sedangkan Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam jangka pendek berpotensi ke level FR 150% di kisaran 1.200-1.250. Dalam beberapa hari terakhir, momentum terlihat terus menguat. Volume juga mengindikasikan adanya akumulasi.
Adapun Polychem Indonesia (ADMG) mendapat rekomendasi trading pada kisaran support resistance Rp560-Rp580. “Terbuka kemungkinan breakout menuju Rp690 jika level resitence Rp580 ditembus dengan volume yang besar,”tutupnya. [ast]