Kamis, 17 Mei 2012 | 04:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peminat Bank Mutiara Mencurigakan
Headline
Bank Mutiara - inilah.com/Dok
Oleh: Dian Ichsan Siregar
pasarmodal - Rabu, 8 Februari 2012 | 04:18 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tawaran Yawadwipa Companies senilai Rp6,7 trliun untuk mengakuisisi Bank Mutiara Tbk (BCIC) memunculkan pertanyaan besar.

"Kalau saya lihat kondisi Bank Mutiara seperti itu orang beli Rp2 triliun saja juga mikir sudah membeli. Itu karena ada masalah politik di dalamnya tidak akan selesai. Kalau berani seharga 6,7 triliun rupiah, apa sasarannya," ujar Ekonom Indef Aviliani saat ditemui disela-sela acara Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta, Selasa (7/2).

Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat mengakuisisi PT Bank Mutiara Tbk (ex Bank Century) dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Presiden Direktur Yawadwipa C. Christopher Holm mengatakan, Yawadwipa siap mengakuisisi 100 persen saham Mutiara dengan Harga Aman yaitu sekitar Rp6,7 triliun, atau dengan tingkat suku bunga, sekitar US$750 juta.

Selain mengakuisisi penuh, kata dia, perusahaan juga menyediakan penambahan modal langsung untuk meningkatkan rasio modal dan mempercepat pertumbuhan.

"Yawadwipa berharap untuk mendiskusikan kepentingan strategis di Bank dengan berbagai pelaku di sektor publik dan swasta," ungkapnya dalam keterangan pers. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.