INILAH.COM, Jakarta - Tawaran Yawadwipa Companies senilai Rp6,7 trliun untuk mengakuisisi Bank Mutiara Tbk (BCIC) memunculkan pertanyaan besar.
"Kalau saya lihat kondisi Bank Mutiara seperti itu orang beli Rp2 triliun saja juga mikir sudah membeli. Itu karena ada masalah politik di dalamnya tidak akan selesai. Kalau berani seharga 6,7 triliun rupiah, apa sasarannya," ujar Ekonom Indef Aviliani saat ditemui disela-sela acara Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta, Selasa (7/2).
Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat mengakuisisi PT Bank Mutiara Tbk (ex Bank Century) dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Presiden Direktur Yawadwipa C. Christopher Holm mengatakan, Yawadwipa siap mengakuisisi 100 persen saham Mutiara dengan Harga Aman yaitu sekitar Rp6,7 triliun, atau dengan tingkat suku bunga, sekitar US$750 juta.
Selain mengakuisisi penuh, kata dia, perusahaan juga menyediakan penambahan modal langsung untuk meningkatkan rasio modal dan mempercepat pertumbuhan.
"Yawadwipa berharap untuk mendiskusikan kepentingan strategis di Bank dengan berbagai pelaku di sektor publik dan swasta," ungkapnya dalam keterangan pers. [hid]