INILAH.COM, Jakarta – IHSG dan rupiah kompak melemah. Para petinggi partai koalisi Yunani yang enggan menyetujui reformasi ekonomi lebih lanjut menghalangi kucuran bailout kepada negeri Para Dewa itu.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini lebih bersifat konsolidasi menjelang pertemuan Bank Indonesia Kamis (9/2). BI akan memutuskan soal suku bunga acuan (BI rate).
Di sisi lain, lanjutnya, rupiah juga konsolidasi akibat profit taking di tengah ketidakjelasan situasi bailout Yunani. "Sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuat 8.945 dan 8.995 sebagai level terlemahnya dari posisi pembukaan 8.990 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (7/2).
Kurs rupiah
di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (7/2) ditutup melemah tipis 13 poin (0,14%) ke level 8.993/8.997 per dolar AS dari posisi kemarin 8.980/8.990.
Perkembangan terakhir, lanjut Firman, Yunani belum bisa memastikan Eropa akan mencairkan bailout-nya. Salah satunya dipicu belum tercapainya kesepakatan debt swap dengan para kreditor swasta.
Selain itu, para pemimpin partai politik di Athena enggan melakukan kebijakan reformasi ekonomi lebih lanjut. "Padahal, Eropa menginginkan reformasi ekonomi Yunani lebih lanjut seperti pemangkasan upah, penurunan bonus, dan regulasi beberapa sektor tenaga kerja," imbuhnya.
Keinginan ini, tandas Firman, mendapat penentangan dari para pimpinan politik seiring kekhawatiran atas respon dari masyarakat menjelang pemilu pada April 2012. "Kondisi ini juga terlihat dari demonstrasi di Yunani hari ini," imbuhnya.
Karena itu, lanjut dia, belum pasti apakah Troika (tim yang dibentuk dari IMF, ECB dan Komisi Uni Eropa) akan memberikan persetujuan agar bailout Yunani bisa dikucurkan. "Apalagi, debt swap-nya belum tercapai yang menjadi salah satu syaratnya," timpal Firman.
Nanti malam, kata dia, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademus akan bertemu dengan delegasi Troika untuk mendikusikan bailout lanjutan. "Tapi bagaimana bisa mendapatkan persetujuan dari Troika jika soal debt swap saja yang menjadi syarat bailout belum mencapai kesepakatan," imbuhnya.
Tapi, pada sesi Asia terjadi pelemahan dolar AS dipicu rally dolar Australia setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%. "Ini tidak sesuai dengan prediksi pasar yang menginginkan pemangkasan suku bunga. Kondisi ini menekan performa dolar AS," imbuhnya.
Alhasil, dolar AS melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun ke level 79,014 dari sebelumnya 79,069. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3145 dari sebelumnya US$1,3132 per euro," imbuh Firman.
Dari bursa saham, analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) melemah 19,34 poin (0,49%) ke level 3.955,452. Menurutnya, pelemahan indeks hari ini dipicu oleh perkembangan seputar krisis utang Eropa terutama tenggat waktu mengenai pengaturan kesepakatan untuk kebijakan utang Yunani.
Selain itu, market masih menantikan hasil pembicaraan seputar restrukturisasi utang Yunani. Sejauh ini, Athena dan kreditor swasta belum mencapai kata sepakat. “Semua itu, memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks,” imbuhnya. [mdr]