Kamis, 17 Mei 2012 | 04:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Level Berapa Saham Grup Bakrie Menarik?
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 8 Februari 2012 | 08:14 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Musim gugur di bursa saham melibas semua sektor saham ke teritori negatif. Tak terkecuali saham-saham grup Bakrie. Inilah level-level pembeliannya yang menarik.

Pada perdagangan Selasa (7/2), saham PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp50 (1,98%) ke Rp2.475; PT Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp1 (1,96%) ke Rp50; PT Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp3 (1,59%) ke Rp191; dan PT Bakrieland Development (ELTY) stagnan pada Rp131;

Lalu, PT Darma Henwa (DEWA) turun Rp1 (1,14%) ke Rp86; PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) stagnan pada Rp285; PT Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp5 (1,85%) ke Rp275; dan PT Bumi Resouces Mineral (BRMS) turun Rp10 (1,75%) ke Rp560.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, saham-saham Grup Bakrie sedang berada dalam tren penurunan. Tapi, karena saham secara umum pun turun bersama-sama, sulit mengisolasi apakah penurunan tersebut dipicu oleh berita negatif dari perseroan Grup Bakrie atau karena faktor market.

Satrio belum melihat berita negatif dari saham-saham kelompok Bakrie. Dia menegaskan, penurunan harga saham pada Grup Bakrie, murni faktor market. “Faktor digesernya Nathaniel Rothschild dari Board of Director BUMI Plc, tidak memicu koreksi tajam pada saham-saham Grup Bakrie,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (7/2).

Pasalnya, lanjut dia, meski digeser dari posisi Board of Director dan digantikan oleh Samin Tan dan Indra Bakrie sebagai Chairman dan Co-chairman, Rocthschild tetap masih memiliki saham BUMI Plc.

“Kecuali, jika Rothschild hengkang dari BUMI Plc karena ketidaksukaannya atas pergeseran tersebut. Ini baru akan berpengaruh negatif ke saham-saham Grup Bakrie,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, meski Grup Bakrie sudah mendapatkan manisnya ‘kendaraan’ Vallar Plc untuk mendapatkan pendanaan internasional, 'sepah'-nya belum dibuang. “Sebab, Rothschild masih punya kepemilikan di BUMI Plc,” ucapnya.

Menurutnya, saham BUMI sangat menarik ketika level harganya sudah berada dalam rentang Rp2.250-2.350. “Menurutnya, selama saham ini masih bertenger di atas level tersebut, nanti dulu. Saya belum terlalu tertarik,” tuturnya.

Sementara itu, yang agak berbahaya menurutnya adalah ENRG. Sebab, potensi penurunannya bisa mencapai ke Rp175-125. Namun, Satrio tidak mengetahui apakah penurunan ENRG dipicu oleh adanya berita yang tidak terlalu baik, entah itu apa. “Tapi, bisa juga karena market secara umum sedang mengalami penurunan. Saya hanya tertarik ENRG kalau harganya berada di sekitar Rp150-125,” ucapnya.

Begitu juga dengan ELTY yang harganya baru menarik jika berada pada kisaran harga Rp125-120. DEWA menarik jika masuk ke kisaran hingga Rp73-78.

Sementara itu, menurut Satrio, BNBR sudah mentok di level Rp50. Dia berpendapat, jika tertarik saham ini, bisa beli di pasar negosiasi di bawah Rp38-45. Level ini juga menarik. “Tapi, jika transaksi diakukan di pasar negosiasi ditakutkan nyangkut. Jika naik bagus, tapi jika turun justru akan susah untuk menjualnya,” kata dia mewanti-wanti.

Di sisi lain, pergerakan saham UNSP masih mendatar (flat). Tapi, menurutnya, pergerakan saham ini sangat tergantung pada kekuatan support di level Rp275. Dia menjelaskan, jika support Rp275 ditembus, saham ini hanya menarik jika harganya sudah di bawah Rp250.

BRMS juga mengalami nasih serupa di mana tren pergerakannya mendatar antara Rp500-620. Jika Rp500 ditembus, saham ini menarik untuk beli di kisaran Rp420-380. Pergerakan BTEL masih mendatar antara Rp280-240. Support BTEL memang berada di level Rp240. “Tapi, jika support tersebut ditembus, saham ini menarik di kisaran Rp200-220,” ungkap Satrio.

Di atas semua itu, Satrio menegaskan, karena bursa cenderung turun, posisi tetap beli, tapi harus cari harga saham yang bagus. Begitu juga dengan saham-saham pada grup Bakrie. “Jadi, strateginya masih buy on weakness,” ucap dia.

Menurutnya, pasar harus mencermati seberapa lemah IHSG dalam beberapa hari ke depan. Meski semua angka tersebut hanya sebatas support tapi mudah-mudahan bisa dijadikan guidance.

Angka ini bisa dicapai jika market secara umum mangalami penurunan berlanjut. Untuk jangka menengah-panjang rekomendasi beli untuk saham-saham grup Bakrie. “Sebab, IHSG juga masih bisa bergerak naik,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.