Kamis, 17 Mei 2012 | 04:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Default Yunani Hanya Pengaruhi 0,4% Ekonomi Global
Headline
IST
Oleh: Charles MS
pasarmodal - Selasa, 7 Februari 2012 | 15:18 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Investor menepi sejenak akibat Yunani menunda wkatu untuk menanggapi persyaratan untuk bailout EU-IMF baru yang akan memberikan 170 miluar euro.

Tapi, Robert Horrocks, Chief Officer investasi dari Matthews Asia mengatakan investor harus memperlakukan Yunani sebagai 'pertunjukan tambahan' karena default negara ini tidak akan memiliki dampak material besar terhadap ekonomi global.

"Kami semua menerima bahwa Yunani harus menjadwalkan ulang utangnya, itu mungkin default pada beberapa waktu. Tetapi itu hanya berdampak 0,4 persen saja dari ekonomi global. Ekonomi Yunani tidak sebesar Italia atau Spanyol. Jadi itu tidak penting," kata Horrocks kepada CNBC Selasa (7/2).

Dia menambahkan bahwa momen krisis Eropa adalah ketika yield bond Italia naik menjadi 7-7,5 persen. Tapi itu telah berlalu dan Horrocks berpikir Bank Sentral Eropa akan campur tangan lagi jika harus terjadi krisis lain.

"Yang tak terbayangkan adalah bahwa ECB tidak akan menerapkan solusi yang sama lagi jika Eropa mendapat kesulitan lagi. Jadi saya pikir yang terburuk telah berlalu," tukasnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.