Kamis, 17 Mei 2012 | 04:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Reksadana, Untung Gede Risiko Besar
Headline
IST
Oleh: Bastaman
pasarmodal - Selasa, 7 Februari 2012 | 14:33 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ada sebuah perkembangan menarik di industri reksadana. Ini bukan cerita sedih tentang larinya triliunan rupiah duit investor, melainkan fenomena baru tentang return (imbal hasil) produk reksadana yang menggiurkan. Tidak percaya?

Lihat saja reksadana saham berbasis komoditas yang bisa memberikan keuntungan 5% hingga 8% selama Januari 2012. Danareksa Mawar Komoditas 10 contohnya, selama Januari ini mampu memberikan hasil 8,91%.

Imbal hasil yang diberikan Sam Indonesia Equity Fund pun tidak kecil. Selama Januari, duit investor di instrumen ini telah tumbuh 8,09%. Jika investor lebih lama lagi menenamkan duitnya, bukan tidak mungkin keuntungannya bisa mendekati 100% per tahun.

Soalnya, kalau menilik data Bloomberg, indeks saham tambang selama Januari mencatat kenaikan 7%. “Jika krisis Eropa membaik, return-nya bisa gede lagi,” kata Rudiyanto, analis Investama Utama.

Namun untuk mendapatkan return besar bukan perkara mudah. Kepiawaian manajer investasi alias MI sangat menentukan, termasuk dalam memilih saham yang menjadi basis pembiakan dana investor.

Selama Januari, ada 10 produk reksadana saham yang mampu memberikan imbal hasil di atas 5%. Tetapi rata-rata return yang diberikan produk reksadana selama Januari mencapai 2,89%. Lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang yang memberikan pendapatan kurang dari 0,5% per bulan atau paling tinggi 6% per tahun.

Sejumlah analis memperkirakan, return reksada bisa tinggi bila para emiten telah mempublikasikan kinerja keuangan 2011. Hanya saja, seperti biasa, return yang tinggi biasanya diikuti dengan risiko yang tinggi pula. “Risikonya jauh lebih tinggi ketimbang instrumen lainnya,” kata seorang analis.

Bahkan, lantaran saking tingginya risiko berinvestasi di reksadana, kemungkinan terjadinya rugi juga besar. Jadi, jangan kaget bila dalam beberapa bulan hasilnya negatif. Potensi kerugiannya juga tidak main-main, bisa sampai 30%.

Makanya, para MI menyarankan sebaiknya investor berinvestasi jangka panjang jika memiliki instrumen reksadana. Selain itu, produk ini memang cocok bagi investor yang punya nyali baja alias tukang judi. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.