INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (7/2) IHSG naik 0,05% ke level 3.976,86.
Penguatan indeks pagi ini disebabkan rilis data GDP yang tumbuh 6,5% di 2011 karena sesuai ekspektasi. Namun penguatan ini seeprtinya hanya tentatif. Samuel Sekuritas dalam catatan risetnya kepada klien seperti dikutip INILAH.COM Selasa (7/2) memperkirakan beberapa saham banking dan metal akan kembali terkoreksi hari ini. Support indeks berada di level 3.938.
Bursa AS dan Eropa terkoreksi tipis semalam memfaktorkan ketidakpastian pemberian bail-out bagi Yunani seiring kembali diundurnya keputusan pengetatan anggaran negara tersebut hingga malam ini. Minimnya sentimen baru di AS juga membuat bursa AS bergerak dengan volume terendah sejak awal tahun. Harga komoditas juga turut terkoreksi tipis semalam dengan harga minyak kembali ke level US$96,9/barel diikuti harga metal dunia yang bergerak mixed dengan Tembaga -0,8%, Nikel +1,8%, Timah +0,4%.
Sementara bursa Asia pagi ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa global dan komoditas. Minimnya sentimen baru membuat pasar masih menantikan hasil keputusan bailout Yunani malam ini. Harga batubara NEWC menguat tipis ke level US$118,9/ton
pekan ini.
Sebanyak 33 saham naik pagi ini, 21 saham turun, dan 89 saham masih stagnan. Indeks LQ45 dibuka naik 0,02% ke level 694,03, sedang JII naik 0,31% ke level 567,1.
Volume perdagangan pagi ini sebanyak 78,24 juta saham dengan nilai transaksi senilai Rp96,51 miliar. Asing pagi ini mencatatkan net buy senilai Rp5,47 miliar.
Saham-saham yang menguat tajam pagi ini adalah AALI yang naik 1,13%, GGRM naik 0,25%, BYAN naik 0,83%, SOBI naik 5,81%, TLKM naik 1,47%, dan INTP naik 0,60%.