Kamis, 17 Mei 2012 | 04:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Saham Pilihan Dari Tiga Sektor
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Th. Asteria
pasarmodal - Selasa, 7 Februari 2012 | 05:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada Selasa (7/2) diperkirakan masih terancam koreksi. Namun, saham sektor infrastruktur, tambang dan agri masih bisa jadi pilihan.

Pardomuan Sihombing, analis pasar modal dari Recapital Securities mengatakan, IHSG hari ini berpotensi terkoreksi. Namun, hal ini terjadi di tengah positifnya data ekonomi AS terutama data tenaga kerja yang turun di bawah 9% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5%,

“Maka, koreksi IHSG lebih karena imbas dari aksi profit taking yang dilakukan investor,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, profit taking ini juga dipicu oleh penilaian sejumlah broker asing yang menganggap saham-saham Indonesia diperdagangkan dengan valuasi premium. Seperti Credit Suisse yang menilai harga saham Indonesia sudah 40% premium ketimbang pasar saham emerging.

Sebenarnya valuasi premium ini bisa teradjust kembali turun atau menjadi relatif murah lagi karena kinerja pertumbuhan earning emiten masih tinggi pada kuartal pertama 2012, dan PDB Indonesia juga masih bisa mencapai 6.5%.

Namun, Credit Suisse menilai, trend rendahnya inflasi Indonesia sudah hampir selesai, sehingga diperkirakan mulai akan ada tekanan inflasi , seiring rencana pemerintah menaikkan TDL (tarif dasar listrik).

Di tengah warning Credit Suisse, harga saham Indonesia yang premium 40% dan anjuran untuk profit taking, posisi broker asing masih net buy. Ini seiring dengan trend akumulasi aset berisiko yang masih dominan di pasar keuangan global.

Terutama karena likuiditas yang masih tinggi di pasar keuangan global, terkait kebijakan suku bunga rendah untuk memacu pertumbuhan yang diterapkan AS dan China. Likuiditas juga berlimpah di pasar keuangan Eropa untuk mencegah guncangan finansial.

“Saat ini, risk asset seperti saham, komoditas , obligasi masih diminati investor,”imbuhnya.

Domu menilai, koreksi indeks lebih dipersepsi sebagai tahap penyesuaian valuasi sebelum laporan earning emiten dipublikasi. Dan koreksi teknikal ini lebih baik dimanfaatkan untuk akumulasi saham-saham yang berpotensi membukukan pertumbuhan laba tinggi pada kuartal pertama 2012.

Di tengah situasi ini, beberapa saham masih direkomendasikan. Seperti dari sektor infrastruktur yakni JSMR dan PGAS. Kemudian dari sektor tambang seperti ANTM, TINS, INCO,BORN, ADRO dan PTBA.

Demikian juga dari sektor agri seperti AALI , LSIP dan BWPT. “Rekomendasi buy on weakness untuk emiten-emiten ini,”tutupnya. [nat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.