INILAH.COM, Singapura - Minyak dunia melemah pada perdagangan Senin (6/2) di Asia dengan menguatnya dolar AS dan risiko gagal bayar yang dialami Yunani akan menurunkan permintaan minyak dunia.
Minyak mentah AS jenis light sweet turun 59 sen menjadi US$97,24 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Maret. Pada pekan lalu minyak AS telah melemah 1,7%. Demikian mengutip yahoofinance.com.
Sementara minyak jenis Brent turun 30 sen menjadi US$114,28 per barel di London. Pada pekan lalu, minyak Brent naik 2,8%. Hal ini dipicu data pekerjaan AS yang positif sehingga memberi harapan naiknya permintaan.
Lembaga kreditor internasional akan membahas bailout kedua untuk yunani senilai 130 miliar euro. Namun mereka meminta Yunani melakukan reformasi anggaran seperti penghematan dan mengurangi defisit anggaran. Walaupun partai oposisi menolak persyaratan tersebut sehingga berpotensi membawa Yunani ke gagal bayar.
Bursa saham Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng turun 0,1%, indeks Nikkei naik 1,1%, indeks Shanghai turun 0,08%, indeks ASX naik 1,05%.
Sementara indeks dolar DXY menguat dengan data AS yang beberapa kali positif. Indeks dolar DXY naik 0,4% menjadi 79,205 dari 78,969. Dolar AS melemah pada akhir pekan lalu dengan data non farm payrolls yang di bawah ekspektasi pasar.