Kamis, 17 Mei 2012 | 04:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Purwoko Sartono
IHSG di Atas 4.000, Sikap Market Positif
Headline
Purwoko Sartono
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 6 Februari 2012 | 03:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Sikap positif market, rilis kinerja keuangan kuartal IV-2011 dan posisi netbuy asing diprediksi jadi katalis positif IHSG. Pilih saham BMRI, BBNI, BDMN, ASRI, LPKR dan PTPP!

Analis Panin Securities Purwoko Sartono mengatakan hal itu. Hanya saja, indeks juga punya katalis negatif yakni wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi, kata dia, hingga saat ini, berkaca pada beberapa kenaikan BBM sebelumnya, perhitungan kenaikannya terhadap inflasi belum ada yang tepat.

Dia menegaskan, kenaikan BBM bukan hanya berhubungan dengan suplai dan demand melainkan pedagang di luar BBM yang menaikkan harga terlebih dahulu. “Pasar harus mengantisipasi wacana kenaikan BBM,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (3 /2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 0,95 poin (0,02%) ke level 4.015,949 dengan intraday tertinggi 4.025,939 dan terendah 4.001,211. Hanya saja, indeks saham unggulan LQ45 justru ditutup naik tipis 0,06 poin (0,01%) ke level 703,126.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya melemah tipis dan kokoh di atas 4.000. Bagaimana Anda melihat arahnya dalam sepekan ke depan?

Berpeluang menguat dalam sepekan ke depan. IHSG cenderung naik terutama jika bisa menembus resistance 4.030-4.040. Sebab, level resistance tersebut sudah 4 kali terjadi, sehingga indeks cenderung balik arah melemah akibat profit taking.

Sementara itu, support IHSG di level 3.960-3.965. Artinya, kalaupun dalam intraday trading-nya, indeks terkreksi, akan terbatas pada support tersebut. Pergerakan IHSG pada awal pekan depan, kemungkinan cenderung terbatas seiring pelemahan akhir pekan lalu yang menunjukkan tekanan jual.

Lantas, apa yang membuat Anda optimistis IHSG bisa menguat dalam sepekan ke depan?

Memang ada tekanan jual tapi jika dicermati, bertahannya indeks di atas 4.000, juga mengindikasikan adanya keyakinan positif dari pelaku pasar. Hal itu, merupakan sikap yang cukup positif dari market di tengah wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL) 1 April 2012. Tertahannya kenaikan IHSG karena dua faktor itu.

Selain sikap market yang positif, apa lagi yang bisa mendorong penguatan indeks?

Penguatan indeks, juga karena faktor pasar yang akan mengantisipasi positif laporan kinerja keuangan emiten untuk kuartal IV dan full year 2011. Ini akan jadi katalis positif bagi pergerakan indeks. Apalagi, yang paling awal dirilis pada bulan ini adalah kinerja keuangan emiten di sektor perbankan dan baru pada awal Maret, emiten-emiten lain.

Bagaimana dengna posisi investor asing?
Posisi asing, sejak awal tahun masih berposisi netbuy di tengah pergerakan market yang fluktuatif sehingga IHSG mampu tembus 4.000. Asing cenderung masuk meskipun dalam hari-hari tertentu ada yang keluar. Net buy masih dampak dari investment grade.

Lantas, wacana kenaikan BBM dan TDL bagaimana?

Wacana kenaikan harga BBM menjadi katalis negatif bagi market. Apalagi, hingga saat ini, berkaca pada beberapa kenaikan BBM sebelumnya, perhitungan kenaikannya terhadap inflasi belum ada yang tepat. Kenaikan BBM bukan hanya berhubungan dengan suplai dan demand melainkan pedagang di luar BBM yang menaikkan harga terlebih dahulu. Pasar harus mengantisipasi wacana kenaikan BBM.

Selama pemerintah tidak memberikan keputusan yang pasti, apakah pembatasan BBM atau kenaikan harganya, berpengaruh negatif bagi market. Market melihat ada ketidakpastian di pasar. Pelaku pasar saham, menjadi susah memfaktorkan BBM ke market karena tidak pasti. Apalagi, kenaikan tersebut masih terlalu lama yakni pada 1 April 2012.

Terlepas dari faktor BBM dan TDL, saham-saham apa saja yang jadi pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif saham-saham di sektor perbankan, properti, dan infrastruktur. Terutama untuk awal pekan, saham-saham pilihannya di sektor perbankan. Apalagi, kemarin perbankan menjadi pemicu utama penurunan indeks. Karena itu, beberapa saham besar di sektor perbankan sudah cukup menarik untuk beli di level bawah.

Spesifik saham pilihan Anda?

Antara lain, PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Negara Indoensia (BBNI) dan PT Bank Danamon (BDMN). BMRI sangat menarik. Di luar perbankan, saham-saham di sektor properti juga menarik seperti PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Lippo Karawaci (LPKR), dan sektor konstruksi seperti PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Semuanya cukup menarik menjadi pilihan trading dalam sepekan ke depan.

Strategi trading-nya?

Strateginya ya tetap trading. Sebab, saham-saham itu sudah cukup menarik tapi market masih volatile. Trading buy dengan pola buy on weakness.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.