INILAH.COM, Jakarta - IHSG dan rupiah kompak mendarat pada teritori negatif. Pasar harap-harap cemas atas data penting AS, non-farm payrolls yang akan dirilis malam ini.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah hari ini, salah satunya dipicu oleh optimisme pasar atas data non-farm payrolls AS yang akan dirilis nanti malam. Menurutnya, ekspektasi positif muncul setelah data Jobless Claim AS dirilis melampaui ekspektasi menjadi 367 ribu dari sebelumnya 379 ribu.
Kondisi itu memicu penguatan dolar AS di tengah penguatan mata uang lain yang sudah jenuh beli sehingga oversold termasuk rupiah dan dilanda profit taking. "Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.000 dan terkuatnya 8.975 dari posisi pembukaan 8.998 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (3/2).
Kurs rupiah
di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (3/2) ditutup melemah 29 poin (0,32%) ke level 8.979/8.989 per dolar AS dari posisi kemarin 8.950/8.940.
Kondisi itu, lanjutnya, diperkuat laporan manufaktur regional yang rata-rata mencatatkan angka di atas ekspektasi sehingga memicu penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. "Memang, positifnya data manufaktur, pada mulanya memperkuat rupiah, tapi akhirnya terjadi profit taking terhadap mata uang RI ini setelah Pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke semalam," imbuhnya.
Bernanke menyatakan, pengeluaran produksi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS masih belum pasti positif. Karena itu, pasar agak pesimistis dan beralih ke aset dolar AS.
Tapi, lanjutnya, pada akhirnya dolar AS juga mengalami koreksi seperti yang terjadi pada rupiah setelah tembus 9.000 per dolar AS jelang laporan data penting AS yakni non-farm payrolls yang diperkirakan naik jadi 140 ribu dari sebelumnya 200 ribu. "Orang tidak terlalu agresif mendorong penguatan dolar AS jelang data tersebut," imbuh Christian.
Alhasil, dolar AS melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun tipis 0,03% ke level 79,10 dari sebelumnya 79,16. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3151 dari sebelumnya US$1,3143 per euro," imbuh Christian.
Dari bursa saham, analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto mengatakan, indeks melemah 0,95 poin (0,02%) ke level 4.015,949. “Data ekonomi AS seperti data tingkat klaim pengganguran dan antisipasi akan laporan keuangan perusahaan-perusahaan domestik memberikan sentimen terhadap indeks,” imbuhnya. [mdr]