INILAH.COM, Jakarta – Meski melemah, indeks saham domestik belum memberikan sinyal bearish. Indeks hanya menunjukkan 4.025 menjadi resistance yang kuat. Baru pekan depan bisa ditembus.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) melemah menjadi 4.015,949 atau turun 0,953 poin (0,02%) dan Indeks indeks saham unggulan LQ45
stagnan di level 703,08.
Sektor keuangan dan properti memimpin pelemahan dengan masing-masing turun sebesar 0,34%, disusul sektor infrastruktur dengan turun 0,29%. Sebanyak 109 saham naik, 111 saham stagnan, dan 114 saham turun.
Nilai transaksi menutup pekan ini mencapai Rp3,86 triliun dengan volume perdagangan 4.235.246.500. Investor asing tercatat gemar melakukan aksi beli dengan net foreign buy sebesar Rp349,497 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sudah beberapa hari terakhir, Hang Seng Index (HSI) selalu naik sebelum penutupan. “Tapi karena posisi penutupannya sudah di kisaran target dari triangle di 20.700-20.800, saya sih santai saja. Yang penting belum ada signal bearishnya,” katanya di Jakarta, Jumat (3/2).
Dia menjelaskan, yang ada signal bearish sebenarnya ada di Nikkei dan Kospi karena tutup dibawah harga terendah kemarin. “Tapi karena kedua indeks tersebut korelasinya kecil terhadap IHSG, saya tidak ambil pusing,” timpalnya.
Sementara itu, IHSG sudah diperkirakan kecil kemungkinan bisa tutup diatas 4.025. Yang terpenting, IHSG hari ini masih bakal ditutup diatas suport pertama 3.990. “Jadi belum ada signal bearish. Bagus juga, jadi suport awal pekan depan untuk IHSG, jadi lebih tinggi. Kalau reversal, ketahuannya lebih cepet,” ucapnya.
Menurutnya, saham PT United Tractor (UNTR)yang menjadi penggerak IHSG, juga sudah terlihat ‘lost of steam’. Posisi terakhirnya sudah dibawah suport 29.350. Kalaupun ditutup diatas itu, memperlihatkan bahwa resisten 29.500memang kuat,” tuturnya.
Belum lagi PT Astra Internasional (ASII)yang sudah sampai di resistance79.000-80.000, dan PT Gudang Garam (GGRM)sudah sampai di retracement50%. “ResistanceIHSG 4.025, kalau tembusmungkin baru minggu depan. Tapi di akhir minggu ini, resisten itu tetap menjadi resisten kuat,” timpalnya.
Di atas semua itu, dia menegaskan tidak ada signal bearishuntuk IHSG. Tapi tidak ada signal bullish juga. “Saya sih tetap menunggu di pinggiran. Setelah tadi pagi exit posisi di harga beli kemarin, saya juga masih malas untuk positioning.Ada harapan, tapi saya berharap Dow Jones Industrial Index (DJI) ditutup dibawah 12.650 nanti malam, biar ada signal bearish,” imbuh Satrio.
Saham-saham yang masuk dalam kategori top gainers antara lain, saham MNCN naik Rp110 ke Rp1.550, saham KLBF naik Rp100 ke Rp3.575, saham DSSA naik Rp300 ke Rp11.000, saham AALI naik Rp350 ke Rp21.500, saham PTBA naik Rp250 ke Rp20.500, saham ITMG naik Rp350 ke Rp39.200, saham ASII naik Rp700 ke Rp78.750, dan saham BBRI naik Rp50 ke Rp7.150
Sementara saham-saham yang masuk dalam top losers diantaranya, saham SOBI turun Rp350 ke Rp2.050, saham HEXA turun Rp650 ke Rp10.050, saham INDY turun Rp125 ke Rp2.450, saham UNTR turun Rp450 ke Rp29.250, saham BMRI turun Rp100 ke Rp6.550, saham INTP turun Rp100 ke Rp17.100, saham UNVR turun Rp100 ke Rp19.900, dan saham IMAS turun Rp100 ke Rp16.000.