Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:21 WIB

Kembangkan Tambang Bawah Laut

TINS Rencana Tambah 5 Kapal Isap

Oleh : Charles MS | Sabtu, 21 Januari 2012 | 08:20 WIB
TINS Rencana Tambah 5 Kapal Isap
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) berencana menambah 5 Kapal Isap Produksi (KIP) untuk pengolahan tambang bawah laut (offshore).

Menurut Direktur PT Dok & Perkapalan Air Kantung, anak usaha PT Timah Tbk (TINS), saat ini TINS sudah mengoperasikan 10 KIP, dan pada Maret 2012 sebanyak 5 KIP lagi akan siap beroperasi dan saat ini masih dalam tahap finalisasi. "Rencananya, Perseroan akan menambah sebanyak Lima Kapal Isap lagi," ujarnya.

Dia menjelaskan pembuatan kapal isap ini menelan biaya sebesar Rp32 miliar dalam pembuatannya. Untuk satu KIP membutuhkan waktu selama 8 bulan untuk membangunnya. Namun, lanjutnya, dibanding kapal keruk biaya operasional KIP jauh lebih murah, di mana biayanya hanya Rp1,5 miliar perbulan dibanding kapal keruk yang mencapai Rp3-4 miliar per bulan.

Sebelumnya diberitakan, Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Primer III, Muhamad Zamkhani Kementerian BUMN mengimbau PT Timah Tbk (TINS) memperbesar porsi tambang bawah laut (offshore) hingga 60% pada tahun ini dari sebelumnya hanya 40%. Hal ini dilakukan lantaran perusahaan tambang pelat merah tengah ini tengah mengalami permasalahan sosial di masyarakat.

Ia mengakui masuknya perseroan ke tambang laut guna menghindari permasalahan dengan tambang inkonvensional yang terdapat di Bangka Belitung. "Memang, mereka kadang kelabakan menghadapi permasalah sosial di masyarakat dengan banyaknya tambang liar," tutur Zamkhani.

Timah juga dihadapkan dengan harga yang sangat fluktuatif di mana bila pasokan terganggu maka harga pun melambung tinggi. Sebaliknya, bila pasokan timah dunia melimpah maka harga beli bijih timah akan bersaing.

Kepala Humas TINS M. Wirstsa Firdaus pada kesempatan berbeda menyampaikan kebijakan perusahaan saat ini memang menekankan pada konservasi cadangan agar prinsip keberlanjutan perusahaan dapat dipertahankan. Menurutnya, konservasi cadangan ini menjadi penting dilakukan bukan saja oleh PT Timah Tbk, namun oleh semua pelaku pertambangan timah di Indonesia.

Dia mengungkapkan cadangan terukur timah di darat saat ini tinggal 1 juta ton. "Itu artinya, kalau eskpor mencapai 100 ribu ton pertahun, cadangan timah Indonesia tinggal 10 tahun lagi. Karenanya ke depan kita akan lebih mengembangkan ke arah pertambangan offshore," tukasnya.

Komentar

Embed Widget
x