Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 07:49 WIB

Rencana Reverse Stock, FREN Gelar RUPSLB

Oleh : Agustina Melani | Senin, 16 Januari 2012 | 19:20 WIB
Rencana Reverse Stock, FREN Gelar RUPSLB
inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan meminta persetujuan pemegang saham terhadap rencana melakukan perubahan nilai nominal saham yang dilakukan melalui pengurangan jumlah saham dan pelaksanaan reverse stock.

Hal itu disampaikan manajemen FREN dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (16/1). Rencananya, perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Januari 2012 mendatang.

Perseroan juga mengaku telah berkonsultasi dengan Bapepam-LK terkait dengan penyesuaian jumlah dan harga pelaksanaan waran seri II. Tata cara penyesuaian waran seri II tersebut telah diatur dalam Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II No.83 pada 16 Desember 20120.

Makes&Partners Law Firm pun telah menyampaikan pendapatnya mengenai perubahan saham seri B menjadi saham Seri C yang dilakukan perseroan. Menurut konsultan Makes&Partners Law Firm, PT Smartfren Telecom Tbk berencana untuk melaksanakan reverse stock split terhadap saham-saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan disetor penuh.

Setiap 20 saham Perseroan yang terdiri dari saham seri A dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp100 dan saham seri B dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp50 akan menjadi satu saham masing-masing dengan nilai nominal antara lain saham seri A menjadi bernilai nominal sebesar Rp2.000 dan saham seri B menjadi bernilai nominal sebesar Rp1.000.

Selain rencana reverse stock split, perseroan juga berencana untuk meningkatkan modal dasar Perseroan menjadi sebesar Rp27,77 triliun, dan membentuk saham seri C dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp100.

Saham seri C akan dikeluarkan dengan mengingat peraturan perundangan yang berlaku termasuk dalam kerangkan penawaran umum terbatas yang akan dilakukan oleh perseroan, dan akan meminta persetujuan pemegang saham pada RUPSLB, Senin 6 Februari 2012 mendatang.

Menurut Iwan Setiawan dari Makes&Partners Law Firm, pembagian antara banyaknya saham seri A, seri B, dan seri C dalam permodalan Perseroan yang masih dalam simpanan merupakan pengalokasian banyaknya saham saja dan besarnya permodalan perseroan dilihat dari besarnya nilai nominal saham tersebut dalam Rupiah.

Untuk rencana ini, Bapepam-LK meminta data dan penjelasan lebih lengkap kepada perseroan terkait rencana reverse stock split perseroan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) FREN pun tertunda untuk melengkapi data dan penjelasan yang diminta oleh Bapepam-LK. [hid]

Komentar

x