Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 08:04 WIB

Bursa Asia Negatif Menutup Pekan

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Jumat, 6 Januari 2012 | 19:49 WIB
Bursa Asia Negatif Menutup Pekan
Photo: AP/Junji Kurokawa
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia berakhir negatif seiring dengan pelemahan euro pada perdagangan akhir pekan ini, kendati data ketenagakerjaan AS positif dan menunjukan pemulihan ekonomi.

Berdasar data yang dikutip dari CNBC.com, Jumat (6/1), indeks FTSE CNBC Asia 100 turun 1%. Indeks Nikkei Jepang tergelincir lebih dari 1% seiring dengan kembalinya kekhawatiran para investor akan kondisi zona euro dan melemahnya nilai tukar euro.

Saham Elpida Memory melanjutkan pelemahannya dengan turun 5,4% menjadi 331 yen, usai Deutsche Bank menurunkan target harga menjadi 400 yen dari 500 yen. Hal tersebut sehubungan dengan pemulihan pendapatan perseroan yang dinilai lamban karena kelemahan pasar yang berlarut-larut dan keterlambatan dalam mengurangi biaya.

Saham Olympus Corp berakhir naik 2,1% dan berbalik arah usai CEO Michael Woodford mengatakan akan mundur dan melakukan penggantian manajemen. Indeks Nikkei turun 1,2% menjadi 8.390,35 dan kehilangan 0,8% untuk seminggu ini. Indeks Topix merosot 0,9% menjadi 729,6.

Bursa saham Seoul ditutup usai investor institusional meninggalkan lantai saham. Indeks turun lebih dari 2% dan won merosot 0,9% setelah adanya kabar tentang downgrade dan insiden kritis di sebuah fasilitas nuklir Korea Utara, meski para pejabat mengatakan mereka tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut .

Pelemahan dipimpin oleh saham sektor konstruksi, diantaranya saham Daewoo Engineering & Construction sebesar 3,2% dan saham Samsung Engineering turun 3,91%.

Saham Samsung Electronics turun 1,42% karena investor memilih untuk mencairkan keuntungan, menjelang pengumuman kinerja perseroan kuartal IV yang diperkirakan akan meroket seiring rekor penjualan headset. Indeks KOSPI jatuh 1,11% menjadi 1.843,14 dan mencatatkan keuntungan seminggu ini sebesar 0,95%.

Bursa saham Hong Kong jatuh, terseret pelemahan sektor keuangan dan properti seiring kekhawatiran akan krisis zona euro. Namun untuk sepekan berhasil mencatatkan keuntungan. Indeks Hang Seng ditutup turun 1,17%, namun selama sepekan membukukan keuntungan hingga 0,86% ke 18.593,06.

Saham sektor migas China membukukan keuntungan yang kuat setelah Beijing melaporkan akan menaikkan pajak untuk produksi minyak mentah. Hal ini secara efektif akan memotong pembayaran pajak. Saham PetroChina naik 2,3%, saham CNOOC naik 3%, dan saham China Petroleum & Chemical Corp (Sinopec)
menguat 1,9%.

Media resmi melaporkan pada Kamis lalu bahwa Sentral Huijin China dan lembaga-lembaga utama pemerintah baru-baru ini membeli saham perbankan untuk menyelamatkan pasar saham yang melemah. Industrial and Commercial Bank of China ditutup naik 0,7%, sementara saham China Construction Bank naik 1,53%. Indeks Shanghai Composite naik 0,7% ke 2.163,4. Namun untuk sepekan indeks turun 1,6% selama sepekan.

Bursa saham Australia jatuh 0,8% dipicu oleh sikap investor menjelang data pekerjaan AS dan penjualan obligasi Italia dan Spanyol pekan depan. Sektor pertambangan dan perbankan berakhir turun lebih dari 0,9% meski data ketenagakerjaan AS positif. Indeks ASX 200 turun 34,2 poin menjadi 4.108,5, namun untuk sepekan ini naik 1,2% dan indeks NZX 50 turun 0,9%. Indeks Straits Times Singapura ditutup naik 0,1% dan indeks KLCI Malaysia turun 0,02%.

Komentar

x