Minggu, 20 April 2014 | 10:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Target Harga Saham Bank 2012
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 3 Januari 2012 | 13:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Meski krisis utang Eropa tetap jadi ancaman, saham-saham sektor perbankan dinilai masih menjanjikan. Inilah target valuasi price earnings ratio (PER), price to book value (PBV) dan harga 8 saham bank pada 2012.

Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, saham-saham sektor perbankan masih prospektif untuk 2012 selama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih terus tumbuh. Apalagi, pemerintah mencanangkan, pertumbuhan tahun 2012 di level 6,5-6,7%.

Menurut Alfiansyah, pertumbuhan ekonomi, salah satunya didukung sektor finansial khususnya perbankan. Perbankan berperan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sisi sektor riil seiring kucuran kredit dari bank yang menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi. “Karena itu, jika krisis Eropa tidak berdampak signifikan, saham-saham sektor perbankan masih menjanjikan pada 2012,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta baru-baru ini.

Lebih jauh, Alfiansyah menjelaskan, krisis Eropa hanya mengganggu sektor perdagangan ekspor-impor. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Eropa masih di bawah 10% yakni 9,8% dari total ekspor. “Meski Indonesia terimbas krisis Eropa, pertumbuhan ekonomi masih bisa terjaga sehingga saham-saham bank pun tetap atraktif karena punya peran penting pada PDB,” ujarnya. Apalagi dengan kucuran kredit perbankan yang diperkirakan masih tumbuh di atas 20% antara 24-27% pada 2012.

Alfiansyah merekomendasikan positif dengan men-sortir dari sekitar 31 saham perbankan yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 8 bank. Angka ini, sudah merepresentasikan 25,8% dari total emiten di sektor ini.

Hanya saja menurutnya, saham-saham bank BUMN menjadi prioritas seiring pembangunan infrastruktur dan anggaran pemerintah yang akan banyak dibantu oleh bank-bank dalam kategori ini. “Bank-bank BUMN, jadi pendorong di mana program-program pembangunan pemerintah, pendanaannya dipastikan dari bank-bank BUMN,” ucapnya.

Dia menegaskan, dana proyek Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga berasal dari bank-bank BUMN. Selain itu, bank-bank BUMN memiliki kecukupan dana yang signifikan. “Kondisi itu, akan tercermin pada positifnya kinerja saham sektor perbankan dalam 1 tahun ke depan,” ucapnya.

Namun demikian, Alfiansyah tak menampik saham-saham bank papan atas pun layak dicermati. Berdasarkan Compound Annual Growth Rate(CAGR), rata-rata valuasi Price Earnings Ratio (PER) industri perbankan mencapai 12,3 kali dan Price to Book Value Ratio (PBV) sebesar 2,24 kali pada 2012. “Karena itu, saham-saham yang masih di bawah PER dan PBV industrinya memiliki potensial upside yang menjanjikan pada 2012,” tandas Alfiansyah.

1. PT Bank Mandiri (BMRI) dengan PER 10,9 kali dan Price to Book Value Ratio (PBV) di level 2,46 kali sehingga masih undervalue. Karena itu, target harga BMRI di level Rp7.900 pada 2012;

2. PT Bank Negara Indoensia (BBNI) masih berada di level PER 12 kali dan PBV 1,7 kali dengan target Rp4.950;

3. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di level PER 8,8 kali dan PBV 2,7 kali dengan target harga Rp8.300;

4. PT Bank Jabar Banten (BJBR) dengan PER 6,7 kali dan PBV 1,3 kali dengan target harga Rp1.300;

5. PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dengan PER 9,9 kali dan PBV 1,4 kali masih undervalue dengan target harga Rp1.550 untuk 2012;

6. PT Bank Bukopin (BBKP) cukup menarik dengan PER yang sangat murah 6,4 kali dengan target harga Rp770 untuk 2012 dan PBV di level 1,2 kali. Jika dilihat dari rata-rata volume transaksi hariannya pun dalam 6 bulan terakhir cukup besar. Artinya, saham ini cukup likuid mencapai 32 juta lembar saham per hari;

7. PT Bank Central Asia (BBCA) dengan PER 18 kali jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan 12,3 kali dan PBV 4 kali. “Saya cenderung rekomendasi netral untuk BBCA dengan target harga Rp8.800 pada 2012,” papar Alfiansyah;

8. Begitu juga dengan PT Bank Danamon (BDMN) dengan PER 12,5 kali dan PBV 1,7 kali dan target harganya di level Rp5.400. “Saya rekomendasikan netral juga,” ucap dia.

Alfiansyah menegaskan, semua saham tadi, cukup likuid sehingga akan mendukung aktifnya transaksi pada 2012. Terutama, saham yang valuasinya masih di bawah performa kinerjanya (undervalue). “Saya rekomendasikan buy saham-saham yang secara valuasi cukup atraktif untuk investasi dalam 1 tahun pada 2012,” imbuh Alfiansyah. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.