Find and Follow Us

Senin, 27 Januari 2020 | 07:31 WIB

Bursa Saham Masih Suram

Oleh : Bastaman | Kamis, 29 Desember 2011 | 04:06 WIB
Bursa Saham Masih Suram
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Setelah Selasa kemarin melemah tipis, Rabu (28/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun. Tak banyak, memang, hanya turun 20,21 poin (0,53%) dan ditutup di level 3.769,21.

Tapi ini membuat para pelaku pasar semakin cemas. Soalnya, mereka begitu koreksi masih akan melanda Bursa Efek Indonesia (BEI). Apalagi, kecuali bursa di Kuala Lumpur, hampir seluruh bursa saham mencatat penurunan.

Kendati hampir semua saham mencatat penurunan harga, bukan berarti peluang untuk mendapatkan gain sudah tidak ada. Salah satu sektor yang masih berada di jalur hijau pada hari ini adalah saham pertambangan.

Bertahannya saham pertambangan ini antara lain dipicu kenaikan harga minyak di pasar berjangka. Oleh karena itu, seorang analis dari PT Kresna Securities menyarankan investor untuk mengoleksi saham tambang seperti PT Medco Energi (MEDC) dan PT Energi Mega Persada (ENRG). Selain sektor pertambangan, analis lain menunjuk saham sektor industri dan jasa sebagai saham yang layak dikoleksi.

Namun pandangan berbeda datang dari Billy Budiman, analis dari PT Batavia Prosperindo. Ia lebih melihat peluang dari saham-saham kelas dua. Misalnya saham property yang selama ini jarang dilirik investor. Selain harganya masih murah, sektor ini terbantu oleh penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). "Kalau harga saham-saham unggulan, termasuk perbankan dan telekomunikasi, sudah mentok," katanya.

Billy memprediksikan, indeks akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menurun. Itu lantaran Billy tak melihat adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Sementara aksi window dressing yang digembar-gemborkan oleh sejumlah pialang hampir tidak terlihat. Sebaliknya, menjelang tahun baru ini justru banyak investor yang mencoba menjaga nilai kekayaannya dengan mengalihkan asetnya dari saham ke dolar.

Tidak hanya itu saja. Mulai membaiknya perekonomian Amerika juga ikut mendorong dolar ke atas. "Saya perkirakan pekan ini rupiah akan sedikit tertekan," kata seorang pialang valas. [mdr]

Komentar

x