Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 08:06 WIB

Asing Belum Mau Angkat Koper dari Bursa

Oleh : Bastaman | Rabu, 28 Desember 2011 | 22:01 WIB
Asing Belum Mau Angkat Koper dari Bursa
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Meleset lagi. Pada Rabu (28/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali meluncur turun. Padahal, sebelum perayaan Natal kemarin, para pialang begitu yakin indeks akan berpeluang menguat.

Alasannya, sentimen dari benua Eropa mulai sedikit berkurang setelah bank sentral Eropa (ECB) bersedia mengucurkan pinjaman tanpa batas dengan bunga ringan kepada bank-bank di kawasan tersebut. Kekhawatiran kemungkinan terjadinya resesi di Amerika juga berkurang setelah muncul data yang menunjukan angka pengangguran di negeri ini menurun dan tingkat konsumsi mulai naik.

Tapi, ya itu tadi, perkiraan para analis ternyata meleset. Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup turun 20,21 poin (0,53%) ke 3.769,214 dan indeks LQ45 turun 0,94% ke 663,51. Sektor yang memimpin pelemahan adalah sektor infrastruktur dengan turun 1,02%, disusul sektor keuangan dengan turun 1%.

Tak hanya di Jakarta, penurunan juga dialami Nikkei berakhir turun 0,2% ke 8.423,62 dan indeks KOSPI berakhir turun 0,92% ke 1.825,12. Indeks Hang Seng turun 0,6% demikian pula indeks Straits Times Singapura ditutup melemah 0,3%.

Salah satu faktor yang menekan harga adalah munculnya perkiraan dari IMF tentang pertumbuhan ekonomi global yang akan melambat di 2012. Faktor lainnya adalah mulai melambannya perekonomian Cina, Rusia, dan Brazil. Melemahnya ekonomi Rusia dan Brazil, mungkin, tak akan begitu berdampak di sini. Namun melemahnya ekonomi China akan memukul produk ekspor Indonesia.

Faktor libur panjang, seperti dikatakan oleh seorang pialang dari PT Kresna Securities, juga menjadi pemicu turunnya indeks. Untuk mengurangi risiko rugi saat liburan, para investor asing memang banyak yang melepas sahamnya.

Meskipun demikian, ia optimis para investor asing belum mau hengkang dari Indonesia. "Para investor asing masih betah di sini. Mereka hanya melepas sahamnya selama liburan Natal dan tahun baru. Setelah liburan habis, mereka akan kembali ke pasar," kata si analis tadi.

Bagi investor yang punya nyali besar, penurunan indeks ini sebenarnya bisa menjadi peluang untuk menikmati gain. Seperti diketahui, menjelang akhir tahun para investor dan fund manager pada umumnya akan menikmati libur panjang.

Kekosongan pasar ini biasanya dimanfaatkan para penggoreng saham untuk mendongkrat harga, terutama saham lapis kedua. Aksi ini memang tidak akan mempengaruhi IHSG secara signifikan. Akan tetapi ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan untung bagi para spekulan. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x