Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:47 WIB

Sentimen AS Bangkitkan Hasrat Pasar

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 27 Desember 2011 | 18:31 WIB
Sentimen AS Bangkitkan Hasrat Pasar
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG melemah tipis tapi rupiah menguat. Positifnya sentiment AS seperti bursa Dow Jones dan Consumer Confidence Index (CCI) ikut membangkitkan hasrat pasar.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, fluktuasi rupiah cukup lebar mengingat volume perdagangan yang tipis sehingga pergerakan di market lebih gampang 'digoreng'. Karena itu, tampak penyesuaian posisi transaksi terjadi menjelang akhir 2011.

Salah satunya, pelaku pasar masih mengharapkan sentimen positif yang ditopang oleh penguatan bursa saham regional. Terutama indeks saham AS yang sudah menembus level teknikal Moving Average (MA)200 hari pada pekan lalu. Hal ini menunjukkan indeks saham AS telah kembali pada teritori positif untuk 2011. Kondisi itu, memberikan optimisme tersendiri bagi para pelaku pasar global.

"Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.070 dan 9.180 sebagai level terlemahnya dari posisi pembukaan 9.145 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (27/12). Kurs rupiah $ pada kontrak harga emas di London, Selasa (27/12) ditutup menguat 55 poin (0,60%) ke level 9.070/9.080 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 9.125/9.135.

Penguatan tersebut, kata dia, bukan hanya mencerminkan faktor teknikal, tapi juga karena faktor The US Consumer Confidence Index (CCI) yang memberikan kejutan positif. Angkanya dirilis naik jadi 69,9 dari sebelumnya 67,7. "Karena itu, minat para investor terhadap aset-aset berisiko atau risk appetite langsung meningkat sehingga dolar AS mengalami tekanan," paparnya.

Tapi, kata dia, sepanjang perdagangan, rupiah sempat melemah ke level 9.180 per dolar AS. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian Korea Utara yang masih menjadi tema jelang pertemuan puncak di China hari ini. "Diperburuk oleh pelemahan mata uang regional yakni rupee India sekitar 20% yang merupakan koreksi terbesar tahunan ke dua untuk 2011," ungkapnya.

Karena itu, pada 2012, diperkirakan akan ada pemangkasan moneter. "Secara terpisah, laporan Consumer Price Index (CPI) Korea Selatan juga masih memberikan sinyal variatif di mana angkanya masih di atas target bank sentral di level 2-4%," ucapnya.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah tipis 0,08% ke level 79,83 dari sebelumnya 79,93. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3069 dari sebelumnya US$1,3050 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, indeks ditutup melemah tipis 7,73 poin (0,20%) ke level 3.789,425. Menurutnya, resistance tetap di level 3.811.

Sementara itu, posisi pemodal asing masih net buy, meskipun tipis (sekitar Rp100 miliar), sehingga dalam kondisi terbaiknya, IHSG bisa bertahan di atas suport 3.775. Padahal, kalau ditutup di bawah 3.775, berarti IHSG masih flat dengan kisaran 3.618 3.625 sebagai suport, dan 3.800-3.825 sebagai resisten. "IHSG masih menunggu sentimen yang baru, untuk bisa melanjutkan trend naiknya," kata dia.

Meski begitu, Satrio mengaku, dirinya tidak dalam posisi siaga satu. Meskipun, harga saham yang tidak bisa naik, kadang kala merupakan tanda bahwa dia memang mau turun. "Tapi, memang tidak ada berita negatif dan kebetulan juga tidak ada berita positif. Sepertinya memang kita disuruh nunggu. Semoga saja ini bukan karena sebentar lagi mau disuruh turun," ucapnya.

Sedangkan bursa Eropa di sore hari ini masih bergerak naik. "Semoga itu pertanda bahwa DJI (Dow Jones Index) bisa melewati 12.303 malam ini," ungkap dia. [mdr]

Komentar

 
x