Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 13:54 WIB

Down Grade Eropa, Rupiah Stagnan di 9.080

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 15 Desember 2011 | 17:42 WIB
Down Grade Eropa, Rupiah Stagnan di 9.080
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (15/12) ditutup stagnan di level 9.080 per dolar AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah sempat melemah tajam yang dipicu oleh dominasi kecemasan pasar atas pemangkasan peringkat kredit di Eropa. Terutama, setelah tadi pagi, lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating men-down grade peringkat kredit beberapa lembaga keuangan besar di Eropa.

Fitch menurunkan peringkat 5 bank besar di Eropa. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.180 per dolar AS dan ditutup di level terkuatnya 9.080 dari posisi pembukaan 9.120 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (15/12).

Di sisi lain, rupiah juga mendapat tekanan setelah kemarin hasil lelang obligasi Italia mengecewakan pasar. Investor cemas dengan penyebaran krisis lebih lanjut. Itulah yang membuat pasar semakin menjauhi euro dan memburu dolar AS. Yield obligasi Italia hingga hari ini menunjukkan kenaikan mendekati 7%. "Saat ini di level 6,88% untuk tenor 10 tahun," ucapnya.

Kondisi itu, lanjutnya, diperparah oleh drastisnya kejatuhan harga komoditas minyak mentah dunia, setelah kemarin, hasil pertemuan The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), menyatakan, asosiasi eksportir minyak ini tidak mengubah output produksinya.

Ini, lanjut Firman, membuat pasar sedikit kecewa sehingga harga minyak turun ke level US$94,20 per barel dari level US$100-an per barel. "Ini juga yang memicu kejatuhan harga emas," ucap dia.

Namun demikian, lanjut Firman, sedikit membaiknya indeks manufaktur Eropa memberikan sentimen positif sehingga rupiah kembali menguat dan ditutup stagnan dibandingkan penutupan kemarin. Meskipun, data tersebut tidak mengubah outlook Eropa. "Indeks Manufaktur Eropa naik dari 46,4 ke 46,9 untuk bulan November. Sementara itu, indeks sektor jasa naik ke 47,5 ke 48,3," urai Firman.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS masih kokoh di level 80,462. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,2967 dari sebelumnya US$1,2980 per euro," imbuh Firman.

Komentar

Embed Widget
x