Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 05:12 WIB

Bursa Asia Menguat Tunggu KTT Eropa

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 5 Desember 2011 | 18:17 WIB
Bursa Asia Menguat Tunggu KTT Eropa
asiaone.com
facebook twitter

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan Senin (5/12) dengan ekspektasi KTT Eropa akan menghasilkan solusi krisis utang.

Namun investor bergerak lebih hati-hati karena menunggu hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) soal kebijakan moneter pada Kamis besok. Pasar mengharapkan terjadi penurunan suku bunga acuan.

Indeks Asia 100 naik 0,6% yang diikuti dengan indeks Hang Seng naik 0,7%, indeks Nikkei naik 0,6%, indeks Kospi naik 0,7%, indeks Shanghai turun 1,1%, indeks ASX naik 0,7%, indeks Kospi naik 0,3%, indeks STI turun 0,03%, indeks KLSE turun 0,02%, yang dikutip dari yahoofinance.com.

Hang Seng naik didorong data pekerjaan yang lebih kuat dari diperkirakan di AS, Jumat pekan lalu. Selain itu dengan harapan Beijing akan terus melonggarkan kebijakan moneter. Kenaikan dialami saham eksportir dan ritel memimpin keuntungan.

Sedangkan Kospi terdorong KTT Uni Eropa akhir pekan ini akan sangat penting sehingga mendorong kenaikan indeks. Walaupun bergerak lambat setelah kenaikan tajam akhir pekan lalu. Indeks kemungkinan akan mengambil nafas.

Untuk indeks Shanghai lebih rendah dengan kekhawatiran kendala kas dan margin yang menekan keuntungan perusahaan lokal. Penurunan dialami produsen peralatan listrik dan maskapai penerbangan.

Penguatan juga dialami indeks Nikkei yang mendekati level tertinggi satu bulan terakhir. Penguatan didukung sektor eksportir yang mendapat dukungan dari langkah-langkah penghematan Italia. Ini membantu yen melemah. Sementara Fast Retailing melonjak karena penilaian yang menguntungkan atas data penjualan unit Uniqlo.

Hari ini China merilis Indeks Purchasing Manager (PMI) HSBC sektor jasa yang jatuh ke 52,5 dari 54,1 untuk November. Level ini merupakan tingkat yang paling lambat pertumbuhannya dalam tiga bulan sehingga membutuhkan dukungan dari kebijakan yang cepat.

"Dengan berlanjutnya pengurangan tekanan harga, Beijing dapat dan harus menggunakan kebijakan yang ditargetkan pada usaha kecil dan sektor jasa untuk menjaga pertumbuhan PDB di atas 8 persen untuk tahun yang akan datang," ujar kepala ekonom HSBC China, Hongbin Qu seperti dikutip dari reuters.com.

Komentar

x