Rabu, 23 April 2014 | 16:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dandossi Matram
Saham JSMR Lebih Menarik daripada CMNP
Headline
Dandossi Matram - mediacenterstan.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 5 Desember 2011 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta –Laju saham sektor jalan tol dinilai paling stabil sehingga cocok untuk investasi jangka panjang. JSMR dinilai paling menarik, apalagi, jika merambah properti sejak berdiri.

Pengamat pasar modal Dandossi Matram mengatakan, saham-saham di sektor infrastruktur jalan tol, sangat cocok untuk tipe investor jangka panjang dan bukan trader jangka pendek. Volatilitasnya jauh lebih rendah dibandingkan saham lain. Sebab, proyeksi kinerja keuangannya sudah terukur.

Menurutnya, pendapatan emiten, sudah pasti terus meningkat walaupun tidak ada penambahan ruas jalan. Sebab, secara berkala, tarif tol terus mengalami penyesuaian sesuai perjanjian saat jalan tol dibangun yang dikaitkan dengan inflasi dan sebagainya. “Menurut saya, saham JSMR lebih menarik dibandingkan CMNP. Sebab, proyek JSMR lebih luas dan lebih banyak,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (2/12) saham PT Jasa Marga (JSMR) ditutup turun Rp25 (0,65%) ke level Rp3.800; PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) turun Rp20 (1,33%) ke level Rp1.400; dan PT Bakrieland Development (ELTY) naik Rp1 (0,93%) ke level Rp108 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Saham-saham sektor infrastruktur jalan tol, mendapat tekanan akhir pekan lalu. Bagaimana Anda melihat prospek saham di sektor ini?

Saham jalan tol, merupakan salah satu sektor yang sifatnya lebih stabil, meskipun terpengaruh oleh fluktuasi pasar dan bukan saham-saham yang speculative. Saat saham lain tergantung pada perekonomian dunia, saham sektor tol, cukup stabil. Sebab, dalam situasi global tidak menentu, mayoritas orang tetap menggunakan jalan tol.

Bagaimana strategi trading-nya?

Saham di sektor ini, cocok untuk tipe investor jangka panjang bukan trader jangka pendek. Volatilitasnya jauh lebih rendah dibandingkan saham lain. Sebab, proyeksi kinerja keuangannya sudah terukur. Pasar juga bisa mengantisipasi kenaikan tarif tol setiap tahun.

Pendapatan emiten, sudah pasti akan terus meningkat walaupun tidak ada penambahan ruas jalan. Sebab, secara berkala, tarif tol terus mengalami penyesuaian sesuai perjanjian saat jalan tol dibangun yang dikaitkan dengan inflasi dan sebagainya.

Di sektor ini, saham apa yang paling Anda jagokan?

Menurut saya, saham JSMR lebih menarik dibandingkan CMNP. Sebab, proyek JSMR lebih luas dan lebih banyak. Kedua saham ini memang fokus ke jalan tol.

Bagaimana Anda melihat JSMR yang sudah mulai merambah ke properti?

Memang sebaiknya, saham JSMR merambah ke properti seperti ELTY yang menggarap properti tapi juga jalan tol melalui PT Bakrie Tol Road. Sebab, saat pembebasan lahan, JSMR tahu lokasi-lokasi yang strategis. Dan, inilah yang sebetulnya, sejak berdiri, JSMR mengabaikan aspek perambahan ke sektor properti.

Padahal, nilai utama keuntungannya bisa didapat dari yang sifatnya non-tol seperti properti, rest area, di sepanjang jalan tol yang dibangunnya. Sebab, selama jalan tol belum di bangun, nilai properti dan tanah, cukup rendah. Saat dibangun tol, nilainya naik signifikan dan JSMR sendiri yang bisa menentukan pintu tolnya di mana yang strategis.

Itu jadi kelemahan JSMR?

Ya. Ini yang jadi kelemahan JSMR sejak awal. Tidak mau memanfaatkannya. Jadi seharusnya dari dulu, JSMR merambah properti. Bisa jadi, karena banyak intervensi politik, mereka tidak bisa masuk ke properti sejak berdiri tahun 78.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.