Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 14:06 WIB

Investor Ragu-ragu, Bursa Asia Mixed

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Rabu, 30 November 2011 | 18:03 WIB
Investor Ragu-ragu, Bursa Asia Mixed
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Singapura - Bursa saham Asia berakhir mixed pada perdagangan Rabu (30/11), seiring sikap hati-hati para investor atas sikap menteri-menteri di zona euro yang telah sepakat menambah besar dana talangan namun masih harus berdiskusi lebih lanjut dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Para pejabat Eropa menyepakati rencana untuk menjamin 20-30 persen penerbitan obligasi baru. Mereka memberikan beberapa rincian seberapa banyak akan memanfaatkan dana yang dikumpulkan di Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) dan seberapa besar peningkatannya.

Berdasar data yang dikutip dari CNBC.com, Rabu (30/11), indeks FTSE CNBC Asia 100 berakhir turun ke 5.624,35 atau 39,20 poin (0,69%). Indeks acuan Shanghai Composite ditutup turun 3,3%. Penurunan terbesar sejak 8 Agustus 2011 karena karena investor membuang gain yang cukup besar di tengah kekhawatiran perlambatan negara ekonomi kedua terbesar di dunia.

Sebuah organisasi global memperkirakan pertumbuhan China akan melambat di sekitar 8,5 % tahun depan dari target 9%. Saham minyak PetroChina turun 3,2%, saham SAIC Motor turun 4,6%.

Bursa saham Hong Kong berakhir rendah pada akhir November rendah usai komentar penasihat Bank sentral China yang menghapus harapan akan adanya pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Indeks Hang Seng ditutup turun 1,46% ke 17.989.35. Saham produk olahraga merek Li Ning merosot 7,17% dalam volume lebih dari 15 kali untuk rata-rata 30 hari. Namun saham Penerbitan dan Media Jiangsu Phoenix melonjak 38% terkait peningkatan inevstor akan pencatatan saham baru.

Rata-rata bursa Nikkei jatuh hampir 1% pada sesi pertama untuk kemudian ditutup turun 0,5%. Indeks Topix turun 0,2%. Saham yang tengah ramai diperbicangkan, Olympus, pulih dari penurunan lebih dari 10% dan ditutup jatuh hanya 1,8% di sore hari setelah perusahaan mengatakan bahwa batas waktu untuk melepas laba adalah 14 Desember 2011.

Saham SBI Holdings naik 4,4% menjadi 5,920 yen setelah perusahaan modal ventura ini menyatakan akan membeli kembali sahamnya senilai 2 miliar yen.

Bursa saham Seoul ditutup turun 0,8%, tertekan oleh saham teknologi dan isu-isu perbankan seperti Samsung Electronics dan Hana Financial Group. Indeks KOSPI berakhir turun 0,49% ke 1.847,51.

Bursa saham Australia naik 0,4%. seiring dengan saham bank yang memperoleh momentum atas data investasi dan catatan bisnis di kuartal ketiga. Indeks ASX 200 ditutup ke 4.119,80 atau 17,70 poin (0,43%). Saham BHP Billiton turun lebih dari 0,2%. Indeks acuan Selandia Baru NZX 50 naik 1%.

Di Asia Tenggara, indeks Straits Times Singapura berakhir 0,5%, dan indeks KLCI Malaysia ditutup 1,9%.

Komentar

x