Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 01:42 WIB

Sentimen Market Masih Rapuh

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 22 November 2011 | 18:48 WIB
Sentimen Market Masih Rapuh
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Rupiah melemah meski IHSG menguat. Pasar merespon positif Moodys yang tidak akan mengganggu peringkat kredit AS. Tapi, pasar masih cemas kenaikan yield obligasi Uni Eropa.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini masih dipicu oleh memburuknya krisis utang zona euro dan berlarutnya kecemasan penularan krisis utang lebih lanjut.

Hanya saja, sentimen itu tidak semakin memburuk setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's Rating Service menyatakan, kegagalan komite super AS untuk menemukan cara pemangkasan defisit sebesar US$1,2 triliun, tidak akan mengubah peringkat utang AS. Hak itu diikuti penguatan bursa Asia termasuk IHSG.

"Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.050 setelah mencapai level terkuatnya 9.030 sekaligus sebagai level pembukaan hari ini," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/11).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (22/11) ditutup melemah 20 poin (0,22%) ke level 9.040/9.050 per dolar AS dari posisi kemarin 9.020/9.030.

Firman menegaskan, hingga saat ini baik Partai Republik maupun Demokrat belum mencapai kesepakatan mengenai cara pemangkasan defisit. "Meski S&P menjamin tidak ada downgrade peringkat utang AS, sentimen market tetap masih rapuh. "Sebab, fokus utama investor adalah pada potensi penyebaran krisis utang Eropa lebih lanjut," timpalnya.

Terutama, setelah lelang obligasi beberapa negara di Eropa tidak menggemberikan. "Hal itu ditandai dengan kenaikan yield obligasi yang artinya biaya pinjaman semakin tinggi. Terakhir, yield obligasi mencapai 6,5%," tuturnya.

Padahal, kata Firman, beberapa pemerintah baru di Eropa sudah menegaskan komitmennya untuk menjalankan program penghematan fiskal.

Pada saat yang sama, lanjutnya, ketidakmampuan rupiah untuk menguat dengan menembus psikologis 9.000 juga cukup mencemaskan pasar.

IHSG dan rupiah tidak kompak akibat keraguan investor pada penyelesaian krisis utang Eropa. IHSG mendapat sentimen positif setelah penjualan rumah AS dirilis positif. Apalagi, bursa Asia hari ini mengalami penguatan setelah Moody's menyatakan peringkat kredit AS tidak akan berubah meski cara pemangkasan defisit belum disepakati. "Jadi, tampak investor domestik masih ragu kemampuan Eropr menyelesaikan krisis utangnya," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke level 78,167 dari sebelumnya 78,300. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,3520 dari sebelumnya US$1,3493 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 55,70 poin (1,51%) ke level 3.735,532 dipicu oleh technical rebound setelah mengalami tekanan tiga hari berturut-turut sehingga sudah oversold (jenuh jual). Padahal, indeks Dow Jones sendiri mengalami koreksi tajam 2,11% semalam.

Tapi, lanjutnya, IHSG saat ini sudah balik arah menguat lebih awal. Diharapkan, Dow Jones juga nanti malam bisa balik arah menguat. Apalagi, Willly menambahkan, semua indikator teknikal menunjukkan indeks berada pada zona hijau. "Karena itu, penguatan indeks hari ini sebenarnya lebih karena faktor technical rebound," paparnya.

Hanya saja, kata dia, secara fundamental, indeks juga mendapat sentiment positif dari harga minyak mentah dunia yang terus mengalami kenaikan. "Harga minyak sudah bergerak dalam kisaran US$95-105 per barel sehingga berkorelasi positif pada pergerakan harga-harga saham di sektor pertambangan batu bara," paparnya.

Indeks juga, ditegaskan Willy, mendapat dukungan dari faktor Desember yang merupakan tutup buku 2011 bagi para emiten. "Karena itu, investor saat ini sudah jeli melihat apa saja yang dilakukan emiten dan sahamnya layak dikoleksi untuk target tutup tahun," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x