Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 01:41 WIB

Inilah Target Harga Saham Semen 2012

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 20 November 2011 | 15:05 WIB
Inilah Target Harga Saham Semen 2012
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Saham-saham sektor semen dinilai kebal dari efek negatif krisis Eropa karena faktor basis industri yang domestic demand. Inilah target-target harga saham semen untuk 2012.

Pada perdagangan Jumat (18/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 37,75 poin (1%) ke level 3.754,5. Harga intraday tertingginya mencapai 3.792,16 dan terendah 3.745,14. Saham-saham sektor industri dasar termasuk sektor semen turun 1,14% ke level 382,94.

Investment analyst PT GMT Asset Management Nico Simatupang menilai positif prospek semua saham di sektor semen. Alasannya adalah emiten sektor ini berbasis domestic demand sehingga menjadi salah satu sektor saham yang defensive di tengah krisis Eropa.

Saham-saham ini, lanjut Nico, tidak terlalu banyak terpengaruh oleh sentiment negatif dari eksternal sehingga kecil peluang ruginya. "Saham sektor ini juga, bakal diuntungkan oleh Undang-undang Pembebasan Lahan jika disahkan oleh DPR tahun depan," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan ini.

Nico memaparkan, jika hambatan pembangunan infrastruktur semakin berkurang, semakin besar pula permintaan semen. "Saya menjagokan saham SMGR (PT Semen Gresik). Sebab, produksi semennya bakal naik pada 2012 seiring beroperasinya pabrik baru," ujar Nico.

Nico menjelaskan, dalam 2-3 tahun terakhir, produksi SMGR tidak mengalami kenaikan karena kapasitas produksinya sudah mencapai 90-95% dan memang pada tahun-tahun tersebut pabrik barunya sedang dipersiapkan.

Karena itu, dia optimistis, setelah pabrik baru beroperasi, pertumbuhan penjualan SMGR bisa naik 10% dari 19 juta ton semen pada 2011 menjadi 21 juta ton pada 2012.

Sementara itu, ia juga menilai positif saham PT Holcim Indonesia (SMCB). Sebab, secara fundamental, pertumbuhan penjualannya sangat bagus mencapai 30% (year on year) untuk daerah Jabodetabek. "Emiten ini menikmati pembangunan gedung-gedung baru," paparnya.

Begitu juga dengan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). Hanya saja, pertumbuhan penjualannya di level 17% (yoy) atau di bawah SMCB karena basis pertumbuhannya sama yakni di pulau Jawa.

Di atas semua itu, Nico memperkirakan, harga saham sektor semen tidak akan mengalami perubahan yang signifikan hingga akhir tahun karena tinggal satu bulan. Karena itu, Nico membuat target untuk 2012.

SMGR.JK ditargetkan Rp11.000 dari level harga saat ini Rp9.200. INTP.JK Rp18.500-19.000 dari Rp15.600 dan SMCB.JK Rp2.400-Rp2.500 dari harga Rp1.880 saat ini. "Jika Undang-Undang Pembebasan Lahan disahkan DPR dan PDB Indonesia tetap kuat, target-target tersebut berpeluang tercapai," ungkap Nico.

Menurut Nico, jika investor mau profit taking setelah targetnya tercapai bisa saja dilakukan. Tapi, dia lebih merekomendasikan beli untuk investasi jangka yang panjang sekali lebih dari 5-10 tahun. Pasalnya, pembangunan infrastruktur saat ini belum mencapai tahap yang ideal. "Sekarang, saatnya beli bertahap (averaging) karena situasi market sangat fluktuatif saat ini," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x