Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 08:06 WIB

Indeks Saham Lokal Masih Liar

Oleh : Bastaman | Sabtu, 19 November 2011 | 13:02 WIB
Indeks Saham Lokal Masih Liar
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kalau melihat pergerakan bursa saham beberapa hari terakhir, memang cukup mengkhawatirkan. Sebab, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus-menerus longsor. Jumat ini (18/11) misalnya, indeks kembali turun 37,75 poin (1%) ke level 3.754,50.

Ada beberapa sentiment negatif yang membuat harga saham jatuh. Selain krisis utang di Eropa dan melesunya perekonomian China, wacana kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.000 per liter juga turut mempengaruhi penurunan indeks beberapa hari terakhir.

Namun jangan dilupakan, selain sentimen negatif, pasar saham kita juga dikelilingi sejumlah kabar positif. Seperti terkendalinya tingkat inflasi dan turunnya suku bunga acuan BI (BI rate). Sebagai negara yang masuk dalam jajaran Brazil, Russia, India, China, and Indonesia (BRICI), Indonesia akan tetap menjadi tujuan utama dana-dana asing.

Itu sebabnya, seorang analis dari Kresna Securities memperkirakan indeks ke depan masih akan bergerak datar dengan kisaran 3.750-3.800. "Itu pun dengan catatan jika harga komoditas terus menguat," katanya.

Betul, menguatnya harga komoditas sedikit banyak ikut menahan penurunan indeks sepekan ini. Itu sebabnya, saham-saham komoditas seperti PT Bumi Resources (BUMI), PT Medco Energi Internasional (MEDC), PT Gas Negara (PGAS) dan PT Batubara Bukit Asam (PTBA) mendapat rekomendasi beli.

Selain itu, sektor yang berhubungan dengan suku bunga juga layak dipertimbangkan investor. Sebut sajam misalnya PT Astra Internasional (ASII), PT Bakrie Development (ELTY) dan PT Holcim Indonesia (SMCB). Para investor juga disarankan mengoleksi saham perbankan.

Namun berbeda dengan analis dari Kresna Securities, Reza Nugraha, analis dari MNC Securities, justru melihat penguatan harga minyak dunia saat ini sebagai ancaman bagi indeks. Sebab, jika kondisi ini berlangsung selama sebulan ke depan, akan membuat perekonomian sedikit terguncang.

Ia memisalkan Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terkuras, sektor consumer goods juga bakal tertekan harga minyak. "Sementara inflasi akan meningkat yang ujung-ujungnya akan memukul sektor perbankan," kata Reza.

Lantas, sebesar apa dampaknya terhadap bursa saham? Jangan pesimis dulu. Sebab, dampak besar dari gejolak harga minyak ini baru benar-benar terasa jika pemerintah membatasi atau menaikan harga BBM bersubsidi. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x