Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 23:54 WIB

Pasar Masih Cemaskan Pemerintah Baru Italia-Yunani

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 17 November 2011 | 06:00 WIB
Pasar Masih Cemaskan Pemerintah Baru Italia-Yunani
inilah.com/dok
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (17/11) diprediksi menguat terbatas. Pasar masih mencemaskan pemerintahan baru Italia-Yunani.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini seiring optimisme pasar terhadap pemerintahan baru di Italia. Termasuk juga optimisme pada pemerintahan Yunani setelah semalam mendapat mosi kepercayaan dari Parlemen.

Di sisi lain, lanjutnya, rupiah juga mendapat dukungan dari rendahnya inflasi AS yang dapat membangkitkan kembali kemungkinan QE Fed. "Karena itu, rupiah cenderung menguat terbatas dalam kisaran 8.950-9.050 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.

Angka inflasi AS sudah diprediksi untuk Consumer Price Index (CPI) headline-nya ke level 0,0% dari sebelumnya 0,3% (month to month). Sedangkan core inflation-nya diprediksikan tetap di level 0,1%. "Penguatan rupiah juga, tentu karena faktor intervensi dari Bank Indonesia," ujarnya.

Tapi, lanjutnya, penguatan rupiah akan terbatas karena pasar masih mencemaskan kondisi di Eropa seiring hilangnya optimisme atas kemampuan Eropa dalam mengatasi krisis utangnya yang tampak jelas dari lonjakan yield obligasi Eurozone.

Pasalnya, Firman menegaskan, walaupun pemerintahan baru Italia dan Yunani sudah terbentuk, belum cukup untuk meredakan kecemasan pasar. Sebab, pasar masih ingin melihat apakah pemerintahan baru itu dapat menjalankan kebijakan reformasi ekonomi yang dinginkan oleh Eropa dan International Monetary Fund (IMF). "Jadi, ini tentunya setelah dijalankan pemerintahan baru akan tetap kembali dihadang demonstrasi," imbuhnya.

Terbatasnya penguatan rupiah, juga mengingat pasar masih harus menghadapi voting mosi kepercayaan Parlemen Italia terhadap Perdana Menteri Mario Monti yang kemungkinan akan diadakan pada Jumat (18/11) malam. "Karena itu, para investor tidak akan terlampau agresif mendorong penguatan rupiah," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (16/11) ditutup menguat tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.988/8.999 per dolar AS.

Komentar

Embed Widget
x