INILAH.COM, Jakarta - Satu perusahaan efek diperkirakan akan mendapatkan sertifikasi dari DSN-MUI online trading syariah pada 2011. Hal itu dilakukan untuk mendorong kenaikan jumlah investor di pasar modal.
"Saat ini kita sedang memproses sertifikasi online trading syariah untuk PT e-trading securities," ujar Anggota DSN-MUI, M.Gunawan Yasni, saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/11).
Lebih lanjut ia mengatakan, proses sertifikasi online trading syariah PT e-trading securities menemui kendala teknis. "Ada saham syariah masuk margin, dari bursa kode seperti itu tidak ada, dan itu kita minta dihilangkan. Selain itu, PT e-trading securities harus memberikan informasi lengkap kepada pelaku pasar lewat JATS tersebut, dan itu mereka harus sampaikan," kata Gunawan.
Gunawan mengharapkan, PT e-trading securities mendapatkan sertifikasi online trading syariah pada tahun ini. Pihaknya telah melakukan dua kali pertemuan untuk sertifikasi online trading syariah."Kalau bisa penuhi kriterianya, PT e-trading securities bisa mendapatkan sertifikasi tahun ini," ujar Gunawan.
Menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Friederica Widyasari Dewi, online trading syariah ini juga mendapatkan animo cukup baik dari masyarakat. Ia mencontohkan, PT Indo Premier Securities yang telah mendapatkan sertifikasi online trading syariah mendapatkan perhatian baik dari masyarakat. Di mana dalam satu event, PT Indo Premier Securities mendapatkan 40 nasabah untuk online trading syariah.
Selain, PT e-trading securities yang akan mendapatkan sertifikasi online trading syariah dari DSN-MUI, diharapkan ada satu perusahaan efek asing yang akan dapatkan sertifikasi online trading syariah. [hid]