Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 15:27 WIB

Skenario Terburuk

Yunani Keluar dari Uni Eropa, IHSG 2.400-2.500

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 4 November 2011 | 08:00 WIB
Yunani Keluar dari Uni Eropa, IHSG 2.400-2.500
inilah.com/dok

INILAH.COM, Jakarta Skenario terburuk dari referendum Yunani adalah terusirnya negeri Para Dewa itu dari Uni Eropa dan berpengaruh sistemik pada bursa saham. IHSG bisa terjun ke 2.400.

Pada perdagangan Kamis (3/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE ditutup melemah 59,54 poin (1,58%) ke level 3.703,49. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang melemah 12,39 poin (1,85%) ke angka 658,705.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, penguatan IHSG dua hari lalu, sebenarnya cukup mengagetkan yang dipicu oleh aksi beli dari investor lokal. Tapi kemarin, investor lokal melakukan aksi jual sehingga net buy asing sebesar Rp768,6 miliar tidak bisa menahan indeks pada teritori positif.

Lalu, lanjut Betrand, Jumat (4/11) ini ada keputusan yang sangat penting yakni soal referendum Yunani di tingkat parlemen apakah akan disetujui atau tidak. "Jika parlemen Yunani menyetujui referendum, akan lebih kacau. Saya perkirakan, akan banyak pelaku pasar yang bakal buang barang dan menghidari spekulasi," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (3/11).

Karena itu, menurut Betrand, pergerakan indeks hari ini akan diwarnai tekanan jual yang tajam. Ia memperkirakan, indeks masih berpeluang melemah lebih dari 25 poin. Indeks baru akan kembali positif pada perdagangan awal pekan depan. "Itupun, jika Parlemen Yunani menyatakan tidak ada referendum," timpalnya. "Support IHSG berada di level 3.650 dan resistance 3.730."

Lebih jauh Betrand menjelaskan, sejak kemarin hingga hari ini, G20 sudah melakukan pertemuan. Tapi, pasar tidak bisa berharap apa-apa dari G20. "Ibaratnya, negara pengutangnya, Yunani belagu, tidak mau terima utangnya. Si pemberi utang, tidak bisa apa-apa," kata Betrand berseloroh.

Karena itu, lanjut Betrand, yang paling mungkin bagi G20 adalah membahas skenario terburuk jika Yunani keluar dari Uni Eropa. Hal itu akan menjadi kenyataan jika hasil referendum memutuskan tidak mau menerima utang beserta seluruh persyaratannya.

Karena itu, melalui G20, Uni Eropa harus bersiap-siap. Sebab, efek negatifnya akan menyebar ke mana-mana. "Uni Eropa capek memikirkan bailout untuk Yunani tapi Presiden Yunani bilang, sori men, harus nanya dulu ke rakyat. Itu dilakukan Yunani mengapa tidak sejak awal. Ini kurang ajar namanya," ucap Betrand.

Sejauh ini, lanjutnya, tidak ada usaha dari Uni Eropa untuk mendepak Yunani. Tapi, Uni Eropa sedang mempersipkan skenario terburuk, jika Yunani keluar dari Uni Eropa yang ditimbulkan akibat keputusan Yunani sendiri.

Betrand meramalkan, jika skenario terburuk yang terjadi, kondisinya bisa lebih buruk dari penurunan IHSG sebelumnya. "Tapi, saya tidak yakin IHSG bisa mencapai level 1.000. Di bawah 2.000 pun saya tidak yakin," tuturnya.

Memang, Betrand mengakui, jika Yunani keluar dari Uni Eropa akan berpengaruh sistemik ke bursa global. Tapi, European Central Bank (ECB) setidaknya akan menyiapkan uang sebanyak Yunani berutang ke negara-negara lain yang nilainya mencapai 450-an miliar euro.

Apalagi, lanjutnya, Uni Eropa sendiri sudah menyiapkan dana hingga 1 triliun euro atau setara US$1,4 triliun berupa dana kapasitas The European Financial Stability Facility (EFSF). "Angka itu, lebih dari cukup untuk menutupi utang Yunani," timpalnya lagi.

Hanya saja, dia menggarisbawahi, ketakutan pasar akan membuat bursa saham turun tajam. Jika ini yang terjadi, ia memperkirakan IHSG bisa turun ke 2.400-2.500. Angka ini merupakan skenario terburuk. "Dalam situasi ini, lebih baik trading sell pada saham apapun yang dimiliki atau buy on weakness bagi long term investor," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x